Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Dunia Imajinasi Disneyland Hongkong

sumber:scmp.com (Disneyland Hong Kong)
Bertandang ke Disneyland menjadi pilihan liburan terbaik untukmu. Kamu seolah akan hidup dalam dunia imajinasi dan bertemu dengan tokoh-tokoh dari Disneyland ternama, seperti Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, dan masih banyak lagi. Ternyata Disneyland ini tersebar di banyak negara di dunia, salah satunya yang berada di Hongkong. Meskipun taman bermain ini dibangun oleh perusahaan yang sama, ada beberapa perbedaan Disneyland Hongkong dengan Disneyland lainnya.
Untuk harga tiket masuk, di setiap negara, masuk Disneyland juga ternyata berbeda. Untuk di Hongkong, satu day tiket per orang dibandrol dengan harga sekitar Rp 1.000.000 untuk dewasa, sementara untuk anak-anak dibandrol dengan harga sekitar Rp 800.000. Sementara jika dibandingkan dengan harga tiket masuk Disneyland Jepang, harga tiket sedikit lebih murah untuk dewasa harga tiket dibandrol dengan harga sekitar Rp 900.000 dan Rp 600.000 untuk tiket anak-anak. sumber:timeout.com Untuk diket…

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’
Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya maksud di sini adalah,

Tahun Baru 1440 Hijriah, Apa Saja Yang Akan Ditargetkan?

Alhamdulillah kita sudah memasuki tahun baru Hijriah yang ke 1440. Saya pun merenung. Apa saja yang telah saya lakukan selama setahun ke belakang? Apakah yang saya lakukan lebih banyak manfaatnya atau sebaliknya?

Ternyata Bakmi Jawa ini ada di Perumnas!

Udah baca curhatan saya di sini? Hehehe. Silakan baca dulu, siapa tahu ada manfaatnya ☺☺
Nah, jadi sebenarnya, saya udah beberapa kali makan Bakmi Jawa ini, karena beberapa kali suami bawain ke rumah. Tapi, baru kemarin saya tahu dimana lokasinya.



Yup. Lokasinya ternyata ada di blok belakang Masjid Raya Perumnas. Jalan untuk melalui ke lokasinya emang kurang nyaman sih, karena gank ke blok situ belum mulus banget jalannya.

Tapi, setelah sampai di kedai Bakmi Jawa, rasanya terbayarkan dengan kenyamanan suasana kedai.



Selain desain interior yang modern minimalis, kedai ini juga menggabungkan nuansa pedesaan, seperti menyediakan fasilitas lesehan, dan sebubah Gazebo di sudut ruangan.

Fasilitas lain seperti toilet dan tempat cuci tangan juga ditempatkan terpisah.


Kelebihan berkunjung kesana, adalah selain karena rasa dari menunya yang oke serta tempatnya yang nyaman, kita juga disuguhkan audio murottal yang disiarkan dari mikrofon Masjid.

Ya, kedai ini memang dekat dengan Masjid Raya P…

Sempat kecewa gitu sama provider ini, tapi ternyata bisa juga…

Ditemani oleh suami dan anak-anak, saya pergi ke salah satu gallery sebuah provider. Udah sering sih, bolak-balik kesini. Seperti ketika mencoba mengaktifkan kembali kartu yang terlanjur terblokir. Tapi, unfortunately, enggak bisa. Dikarenakan…(nanti deh ditulis dipostingan lain, ya)
Nah, kali ini, kita niatnya mau minta tolong ngebenerin paket datanya Mama, karena udah diisi pulsa sekitar seratus ribu lebih, tapi koq pulsanya enggak bisa diapa-apain. Dipaketin dengan nominal berapapun enggak bisa, ditransfer pulsanya pun enggak bisa. Malah, berkurang sekian rupiah dari awal mengisi, padahal sudah meng-offkan data seluler.
Biasanya gampang koq kalaupun kita maketin sendiri. Enggak ada kendala kayak gini. Makanya saya penasaran ingin langsung menghubungi Customer Service.



Eh tapi, pas udah sampe sana, keluhan kami enggak bisa ‘diurus’. Dikarenakan, Mama –si pemilik nomor hape yang bermasalah, enggak ikut. Padahal saya udah bawa KTP asli MAMa dan hapenya, supaya bisa langsung diperbai…

4 Harapan di Empat tahunnya Caca

Alhamdulillah, hari ini Caca menginjak usia 4 tahun. Enggak berasa emang kayaknya. Hehehe. Masih inget banget deh, waktu itu jam empat sore, suami belum pulang dari acara kemping di sekolah, saya ngerasain kontraksi di rumah. Awalnya keluar flek, terus koq makin mules-mules gimana gitu, kayak cewek yang mau datang bulan haid, mulesnya lebih nyelekit tapi.

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Buah Tin dan Rahasianya

Ada yang belum tahu buah Tin? Atau ada yang belum pernah dengar kata Tin? Wah, kalau orang muslim pasti pernah mendengar nama itu. Apalagi kalau yang sering membaca Alquran, pasti telinganya tidak asing lagi dengan buah Tin. Karena, buah Tin adalah salah satu buah yang disebutkan secara langsung di dalam QS. At-Tin.

Nah, awalnya saya juga enggak pernah tahu bentuk buahnya kayak gimana.

Sampai pada suatu ketika,

Kondangan Sekaligus Jalan-jalan Gratis, Why Not?

Hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2018, teman seprofesi suami saya, menikah.

Awalnya saya tak didaftarkan dalam peserta rombongan, tapi

5 Cara Ini Bisa Mempercepat Move ON

Seorang adik tingkat bercerita pada saya, long time ago, bahwa doi sedang dalam masa dimana ingin sekali move on, tapi koq susyeh banget. Entah ya, padahal saya bukan mama dedeh, yang suka jadi tempat curhat tapi enggak ada salahnya juga saya mencoba sharing atas apa yang bisa saya jawab mengenai persoalan itu.

Dan sebenarnya bukan cuma adik tingkat saya itu saja yang pernah konsul demikian, beberapa orang yang kebetulan dekat dengan saya juga pernah menanyakan tips serupa agar segera bisa move on. Saya kadang merasa lucu saat menuliskan ini kembali, karena menjawab hal itu membuat saya seperti sedang menasehati diri saya ratusan tahun silam, wkwkwk, kesannya eike tue bener yak :D

Ya, setiap orang mungkin pernah ada di masa yang kurang menyenangkan. Ada yang mungkin pernah merasa dikhianati, mungkin ada yang pernah merasa disakiti, dan sebagainya. Apalagi kalau kasusnya soal asmara. Fuuuh #niupDandelion

Maka, mungkin, mungkin sharing yang akan saya tulis ini bisa sedikit membantu sia…

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai

Meskipun beda pilihan, tetap Asyik untuk berteman kan?

"Ridwan Kamil ya, jadinya yang menang?" tanya paman saya kemarin sore.

"Eh?" saya terperanjat, bukan karena mendengar pertanyaan dari paman saya tersebut, tapi lebih karena saya baru ingat kalau saya belum menuliskan hal itu di blog ini.

Ya, beberapa waktu lalu, kita semua tahu dan sama-sama melaksanakan pemilihan gubernur atau kepala daerah dengan serentak dibeberapa provinsi di Indonesia. Jawa Barat salah satunya.

Ada empat calon pasangan saat itu, dengan julukan masing-masing. Yang kesatu, Rindu, singkatan dari nama Ridwan Kamil-UU. Yang kedua, Hasanah, akronim dari Hasan-Anton-amanah. Yang ketiga, Asyik alias Adjat-Syaikhu. Dan yang ke Empat sebutannya 2D, yakni Dedy Mizwar-Dedy Mulyadi.

Menurut beberapa survei,

Pertemuan Yang Tak Direncanakan

Pernah enggak sih, ngalamin momen dimana kita ingin reunian, tapi ada saja halangannya. Yang satu bisa, yang lain enggak bisa. Yang satu sempet, yang lain enggak sempet. Enggak ketemu timing yang pas untuk ngumpul semua.
Pernah ngalamin gitu sama temen-temen? Atau sering? Hahaha. 
Ya, saya dan kedua 'kakak' saya pun begitu. 
Jadi ceritanya begini.

Nikmati Makanan Yang Dimasak Porsi Besar Berikut Ini, Yuk!

Kuliner merupakan wisata yang tak bisa lepas dari siapapun saat pergi liburan. Menikmati ragam kuliner di kota tujuan terkadang membuat kebahagiaan tersendiri yang menjadi pelengkap liburan kamu. Seperti

Membongkar Rahasia Magnet Rezeki ala Ust Nasrullah

Tanggal 20 Mei 2018 yang lalu, kami berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Safari Ramadhan Ustad Nasrullah, yang pada saat itu dilaksanakan di aula Hotel Brits Karawang. Dan maaf baru sempat saya posting sekarang #gigitgadget

Hadirnya saya dan suami di kegiatan tersebut terbilang ajaib menurut kami. Karena, sebelumnya kami bingung apakah akan mengikuti kegiatan itu atau tidak dengan berbagai pertimbangan.
Pertama,

Geliat Pasar Tumpah Menjelang Lebaran

Baju baru alhamdulillah 
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama 😊

Masih ingat lagu anak-anak yang dipopulerkan oleh Dea Ananda, di atas? (hahaha, ketauan banget ya yang nulis anak jaman kapan 😛)

Ya, budaya yang ada di Indonesia, entah sejak kapan dimulainya, menjelang akhir ramadhan, masyarakat kita berburu

Rek Kitu Wae?

Kalau Anda sering mendengar ceramah salah satu Ustad asal Parahyangan, alias asal Sunda, pasti paham siapa yang sering mengatakan kalimat ini : "Rek Kitu Wae?"

Yap, dialah Ustad Evie. Seorang dai yang dikenal eksentrik. Unik. Namun, kali ini saya belum akan membahas biografinya. Melainkan saya akan meminjam kata yang sering beliau ucapkan. Rek Kitu Wae? Dan akan saya uraikan melalui perspektif saya.

Karena saya sendiri seringnya merasa ter-Jleb-isasi, ketika mendengarnya. 'Rek kitu wae?'

Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unig

Maafkan jika tulisan ujung judulnya terkesan agak maksa biar sounds interesting ya 😄 Maksudnya mah gini:
Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unik 😄

Subhanallah. Awalnya saya enggak niat membuat tulisan ini. Tapi, rasanya sayang kalau tidak mengarsipkan momen luar biasa ini. Apalagi pas saya baca komentar-komentar netizen yang kayaknya koq enggak putus-putus urat kreatifnya :D

Buktinya ini,

Tips Melahirkan Normal

15 Mei 2017.
Pagi-pagi udah mulai enggak keruan rasanya perut. Sampai siang makin enggak keruan. Apa iya, kontraksi beneran? Mana di rumah lagi sendirian. Suami lagi di sekolah. Teteh Caca lagi nginep di eyanknya.
Alhamdulillah, jam satu siang mama datang. Beliau khawatir kalau saya emang mau brojolan. Mama udah nyaraninke bidan. Dan emang mau ke bidan nunggu suami pulang. Tapi, waktu itu suami belum bisa pulang karena masih ada tugas yang tak bisa ditinggalkan. Saya mah udah pasrah. Kalaupun suami enggak bisa nganter, toh bisa minta tolong saudara atau tetangga. Soalnya waktu itu belum booming ojek/driver online.
Dan, the amazing of pasrah,

Refleksi Negeri di Ujung Tanduk

Dalam postingan sebelumnya, di sini, saya menyarankan agar Tere Liye melanjutkan kisah Negeri Para Bedebah yang memang ciamik tapi masih ngegantung itu. Dan ternyata, emang udah ada lanjutan sekuelnya.

Jadi, emang saya nya aja yang telat bacanya, hahaha. Wong Negeri Para Bedebah terbit 2012, saya bacanya 2018. Hahahaha. Tapi, konten ceritanya masih sesuai dengan keadaan zaman now koq. Dan inilah sekuel nya : Negeri di Ujung Tanduk.
Nah. Ternyata,

Negeri Para Bedebah, Nyatakah?

Adalah Thomas,  seorang Konsultan Keuangan Profesional yang karirnya cemerlang. Kesibukannya yang padat sebagai pakar atau penasehat ulung ekonomi membuatnya sibuk wara wiri ke sana dan kemari, seminar ini, seminar itu, pertemuan ini, pertemuan itu, mengurus ini, mengurus itu, membuat dia sibuk bukan main, bahkan sibuknya mengalahkan jadwal presiden ternama sekalipun. Karena kan kalau presiden yang kita ketahui bersama mah sesibuk apapun tetap bisa membuat Vlog sendiri ya, santai membahas Kuda, atau Rusa istana, dll. #uhuk #fokus please.

Curriculum Vitae Thomas terlihat lempeng. Umumnya orang-orang berprestasi lainnya. Lulus dari sekolah dengan membanggakan. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Thomas memiliki masa kelam. Puluhan tahun yang lalu. Dan itu masih membekas pedih di hatinya.

Alur Novel yang satu ini, bisa dibilang maju mundur cantik #syahrinimodeon.

Hobi Cerita, Restu Mama dan Forum Lingkar Pena

Jauh sebelum kenal blog, aku sudah senang bercerita, sejak masih di bangku SD. Kadang bercerita lewat gambar-gambar yang kujelaskan panjang lebar alur ceritanya pada teman-teman yang mau mendengarkan. Dan aku baru sadar sekarang, mereka koq mau-mau saja ya mendengarkan ceritaku. Padahal gambarku juga enggak bagus-bagus amat, seadanya malah. Apa mungkin mereka kasihan semata, karena melihatku butuh pendengar? Hahaha. Ah entahlah. Aku sudah sangat berterima kasih pada mereka apapun alasannya.
Selain bercerita lewat gambar (sekali lagi aku tekankan, gambar yang kuguratkan sangat sederhana, jadi jangan membayangkan kalau aku jago menggambar ya, hehe), aku juga senang bercerita lewat tulisan.
Dan aku bisa menghabiskan berlembar-lembar tulisan di buku tulis biasa. Itu loh, buku tulis yang di setiap lembarnya selalu ada kata-kata motivasi terselip di bawahnya. Misal, yang paling aku ingat adalah : never put till tomorrow what you can do today. Uh yeah. Dulu saat membaca kamut itu berasa kere…