Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Kesepakatan 12-12-12

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya

***

Jam 12 teng!
Tanggalpun berganti, menjadi 12-12-12.
Was-was menyelimuti wanita berkerudung coklat itu. Hari yang cukup tegang, pikirnya.
Hatinya ketar-ketir. Sudah kesekian kalinya ia hampir spot jantung berada di antara teriakan utusan perserikatan.
Dimulai dengan lagu Bongkar besutan Iwan Fals, yang bertalu-talu memenuhi udara sebuah Perusahaan. Para buruh berseragam laut itu digiring ke depan gedung. Mereka bagai semut yang keluar dari sarangnya. Banyak sekali.  Ada lebih dari seribu orang jumlahnya. Mengorasikan sesuatu.
Tak lama, kaum hawa diungsikan semua ke dalam Masjid. Wanita berkerudung coklat itu berkali-kali bicara pada salah satu utusan perserikatan. Berharap kaum hawa dipulangkan saja. Apalagi yang baru saja selesai sift dua, pasti mereka lelah ingin segera melenturkan ototnya. Tapi, tidak bisa. Tidak ada bus jemputan yang bersedia mengantarkan mereka. Dan belum ada instruksi untuk membolehkan mereka beran…

Shift Dua

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya

***

Shift Dua

Kupilih kursi bus deret dua, dekat jendela yang terbuka. Sengaja agar aku dapat merasakan bisik angin yang menyapa. Atau sekedar memastikan langit baik-baik saja, meski mendung tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya. Mungkin sebentar lagi, rombongan air akan turun menjejakan diri ke bumi. Tak masalah bagiku. Hujan ataupun tidak. Aku tetap menyukai langit dan bumi. Sayup ku dengar, Ashar berkumandang memenuhi keduanya.

Dua orang bocah, jika ia masih sekolah, ku taksir sekitar kelas dua sekolah menengah pertama. Memainkan lagu-lagu yang ia hafal. Untuk dipersembahkan pada hadirin penumpang bus Hiba yang kutumpangi ini. Tak jelas benar apa yang mereka dendangkan. Namun yang jelas, mereka adalah anak bangsa yang terpaksa menjadi seniman jalan raya. Bila tak terpaksa, mestinya kini mereka sedang mengeja logaritma di kelas sana. Eh, tapi bukankah hidup ini bukan matematika sepenuhnya? Mesti ada seni yang menyertai. …

Tahukah Kau, Angel?

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya.


Tahukah Kau, Angel?*

mungkin kau sudah lupa; bagaimana caranya kita menata
serakan bintang menjadi cindera mata;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana menebak ilalang bergoyang kemana
atau menanti hujan sambil menyeduh kata di beranda;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana hilir mudik kerbau di desa
yang sengaunya kadang membuat kita terbahak, tertawa meski
entah lucunya di mana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana terharunya aku ketika kau tetap setia,
menantiku menyelesaikan magrib, sebelum petuah Mang Ujang berkoar di Mushola;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
monopoli, gatrik, galah, loncat karet, bulu tangkis, bola bekel,menjadi warna permainan kita
di sela-sela hari untuk menghibur hidup yang terlalu matematika;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana kita pernah menaruh logika, pada ketiadaan rasa cinta?
menjadi galau jauh sebelum kata
itu menggaung hari ini, hahaha;
tapi aku tidak

Shift Tiga

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya.


Sift Tiga, Tiga Desember 2012

Hari ini, tanggal tiga desember dua ribu dua belas, dan aku pertama kalinya lagi bekerja sift tiga.
Jadwal kerja yang dimulai tengah malam sampai matahari menandakan dhuha.
Aku pergi tepat jam sebelas malam hari minggu. Kurang dua jam lagi untuk sampai tanggal tiga.
Tapi peraturannya memang begitu; waktu masuk kerja adalah pukul 00.20 dini hari, berarti si buruh pabrik sepertiku, berangkat dari rumah tiga jam lebih awal dari jam masuk. Mengikuti jadwal penjemputan Bus Pabrik.

Hari ini tanggal tiga desember dua ribu dua belas, dan aku pertama kalinya lagi bekerja sift tiga.
Setelah sejak lima belas oktober lalu aku dinon siftkan sementara.
Karena keperluan perusahaan untuk melakukan training pada karyawan baru di shop kerjaku; yang baru saja ditinggal oleh kedua partner kerjaku. Ditinggalkan dengan dua alasan. Yang pertama karena dipindah bagian-kan. Yang kedua adalah karena me-resign-kan diri, karena m…