Negeri Para Bedebah, Nyatakah?

Adalah Thomas, 

seorang Konsultan Keuangan Profesional yang karirnya cemerlang. Kesibukannya yang padat sebagai pakar atau penasehat ulung ekonomi membuatnya sibuk wara wiri ke sana dan kemari, seminar ini, seminar itu, pertemuan ini, pertemuan itu, mengurus ini, mengurus itu, membuat dia sibuk bukan main, bahkan sibuknya mengalahkan jadwal presiden ternama sekalipun. Karena kan kalau presiden yang kita ketahui bersama mah sesibuk apapun tetap bisa membuat Vlog sendiri ya, santai membahas Kuda, atau Rusa istana, dll. #uhuk #fokus please.

Curriculum Vitae Thomas terlihat lempeng. Umumnya orang-orang berprestasi lainnya. Lulus dari sekolah dengan membanggakan. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Thomas memiliki masa kelam. Puluhan tahun yang lalu. Dan itu masih membekas pedih di hatinya.

Alur Novel yang satu ini, bisa dibilang maju mundur cantik #syahrinimodeon. 

Tere Liye, penulis Novel Negeri Para Bedebah ini, mampu membuat napas pembaca tertahan, saking serunya alur cerita yang dibuatnya. Bahkan penulis juga mampu membuat pembaca, khususnya saya, geram bukan kepalang membaca setiap episode yang disajikan, apalagi ketika mendapati tokoh utama nyaris skak mat, dasar para bedebah! 😛

Oh ya, setting waktu dari awal sampai akhir bab novel hanya seperjalanan waktu. Maksudnya, settingan konflik yang terjadi hanya sekitar 3 harian. Tapi bisa diceritakan dengan begitu detail dan renyah sampai 440 halaman. Hahaha. #Edun. Ini mengingatkan saya pada novelnya Dan Brown: ciri khasnya kejar-kejaran, tenggat waktu yang ketat, tapi tersaji dengan begitu runtut karena berkelindan dengan berbagai teori, dan --tentu saja-- masa lalu.

Dan, novel ini meskipun fiktif, tapi saya yakin risetnya tidak main-main. Karena buktinya, isinya begitu detail.
Jadi, bagi orang awam seperti saya, dengan membaca Novel ini, akhirnya bisa bilang : "Oh jadi gitu..." atau, "pantesan aja ya, banyak koruptor lewat gitu aja", "ya ampun enggak nyangka" dan sebagainya. Tere Liye seperti bisa merekam kejadian yang ada di negeri ini lalu memfiktifkannya dalam sebuah novel. Atau mungkin sebaliknya? Apakah Negeri Para Bedebah ini memang sebuah kisah nyata? Entahlah.

Tapi yang pasti, Negeri Para Bedebah ini merupakan kritik sosial. 

Khususnya di bidang ekonomi dan politik. Di dalam karya Tere Liye yang satu ini juga akan kita temukan banyak kalimat-kalimat retoris, kritis, logis, dan sindiran sinis, bahkan petuah manis.

Kelebihan Novel ini di antaranya :

1. Alur Rapi & Penokohan Kuat

    Seperti yang sudah disebutkan di atas. Alur novel ini seru. Dan begitu Rapi. Pun soal penokohan. Tak ada tokoh yang sebagai tim penggembira semata. Setiap tokoh yang ada di Negeri Para Bedebah ini begitu kuat. Dengan perannya masing-masing.

Thomas yang cerdik, penuh trik, lugas, waspada juga pembalas. Opa yang bijak, lembut dan hobi menceritakan masa lalunya. Maggie, sekretaris Thomas yang cekatan, cerewet dan bisa diandalkan. Julia yang cerdas, kritis, dan berani. Kadek yang loyal. Ram dan Tuan Shinpei yang pengkhianat. Dan tokoh-tokoh lainnya yang tak kalah bedebah! Hahaha.

2. Wawasan politik & ekonomi

    Baca Negeri Para Bedebah, kita jadi inget kata Doel Soembang : Politik Rujit. (cung yang ngerti maksudnya :D). Kita jadi enggak polos-polos amat kalau ada berita teror bom panci, bom baskom, atau bombom car :p, karena di novel ini nalar kita dididik supaya jalan. Di Negeri Para Bedebah, grand Design selalu ada. Ckckck.

3. Bukan sekadar hiburan

    Membaca Negeri Para Bedebah, bukan cuma  hiburan ngisi me time sambil duduk manis minum kopi semata tapi juga bikin kita melek keadaan terhadap sekitar.

Karena Negeri Para Bedebah ini memang sebuah kritik sosial yang wajib dibaca semua kalangan. Saya jadi mikir, kalau para ekonom dan pokitikus baca ini, bakalan kesinggung atau malah tersentuh dan berusaha berbenah menjadi lebih baik ya?
Semoga sih, yang kedua jawabannya.

4. Pesan

    Tapi, sekali lagi, ini bukan ditujukan untuk mereka yang berkutat di bidang ekonomi dan politik doang koq. Ini kritikan untuk kita semua. Supaya enggak ngelakuin hal yang enggak seharusnya dilakuin.

Kadang, ada orang yang dikasih pesan halus enggak ngefek, tapi pas dikasih kritikan pedas dan sindiran lugas malah ngefek. Nah, Negeri Para Bedebah ini mencoba di bagian tapi itu.

Paling enggak, bikin kita lebih konsisten lagi megang prinsip dan nilai-nilai kebaikan.

Lalu kelemahannya di mana?
Dengan jaminan nama penulisnya, mestinya emang enggak ada yang kurang. Tapi, saya ngerasa kurang sreg aja dengan beberapa bagian cerita. Terasa janggal.

Seperti pada saat pergantian nyetir dari mobil lux ke mobil laundry. Bukankah kaki Thomas masih sakit jadi enggak bisa bawa mobil lux milik Opa nya, sehingga harus digantikan Julia?

Tapi kenapa jadi bisa nyetir mobil laundry padahal kondisinya juga habis babak belur dikepung pasukan?

Harusnya sih, ada dialog yang mewakili pergantian setirnya. Misalnya, Julia mengkhawatirkan kondisi kakinya Thomas, lalu Thomas memastikan bahwa dia sudah tidak sakit lagi kakinya, dsb.

Dan pada saat penyamaran Thomas sebagai kurir Pizza ke kantor saat Maggie disandera, koq Rudi tiba-tiba nongol?
Hehehe tapi yasudah lah ya, kadang dalam kehidupan nyata juga suka ada yang ujug-ujug nongol. Mungkin gitu kali pertimbangannya.

Satu lagi, tokoh utama ini yakni Thomas nampak saru, entah bedebah atau bukan, hahaha. Jadi, enggak bisa mastiin dia itu antagonis atau protagonis. Tergantung dari sudut mana pembaca memandangnya.

Apapun itu, yang jelas Novel Ini amat direkomendasikan. Khususnya bagi mereka yang terlalu polos dan nelen mentah-mentah isu yang berseliweran, atau kadang ada yang sok tau menanggapi isu ekonomi dan politik. Mungkin saya salah satunya, hahaha.

Anyway, kalau semisal Bang Tere Liye baca resensi ala-ala ini, saya mau usul nih. Kayaknya makin seru deh, kalau ada series lanjutannya.

Apalagi di cerita ini kan agak-agak ngegantung karena musuhnya Thomas belum clear semua.

Dan, kalau iya bakal ada series lanjutannya, saya jadi penasaran, kira-kira nanti Thomas akan punya pelabuhan hati enggak? Apakah Julia atau Maggie atau malah ada tokoh lain yang pantes buat jadi pendamping seorang Thomas? Atau justeru Thomas akan lebih sibuk ngurusin singa berbulu domba lain?

Eh, tapi kan belum tentu Tere Liye baca usul saya ini ya, hahahaha.

Judul Buku : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Halaman : 440 hlm.
Tahun terbit : Juli 2012
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978 979 22 8552 9


4 komentar:

  1. baca novel ini pas di balikpapan, dj
    komenku: bang tere keren juga bikin novel ala2 agen jack ryan xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi iya mbak, dj mah telat bacanya hehehhe

      Tp keren ya novelnya,dan masih cukup representatif d zaman now 😄

      Hapus
  2. Baca novel ini dah agak lama. Iya sih seru banget ceritanya.tapi aku emang selalu suka sih novelnya tere liye

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti cuma dj aja kali ya yang ketinggalan baca novel ini 😂
      Iya mbak, emang seru2 ya novelnya tere liye.
      👍

      Hapus

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...