Bukannya Ingin Terus Asik Sendiri, Percayalah Pasti Kutemukan Tambatan Hati

Catatan ini dipersembahkan untuk sahabat-sahabat yang masih berjuang mencari tambatan hati.

***

Musim kondangan telah tiba. Bukan saja kado atau doa yang akan ku persiapkan untuk mereka yang mengundangku ke pernikahannya. Lebih dari itu. Aku pun mempersiapkan mental.
Mental untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan mainstream. Seperti, kapan nikah?

Kadang aku mikir, koq pertanyaannya kurang kreatif sekali. Enggak ada pertanyaan lain apa? Misal

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...