1-7-09 ~ 26-02-16

Saya mengawali tulisan ini dengan menghembuskan nafas berkali-kali. Bukan, bukan karena saya merasa keberatan. Melainkan hanya ingin menenangkan diri sendiri, karena biasanya saya baper luar biasa. Hahaha. Buktinya, sejak dua hari yang lalu setiap saya pamit, pasti reumbay. Padahal belum tentu juga yang saya pamitin merasa kehilangan saya, eh. Hehehehe.

But. It’s oke.

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...