Meskipun beda pilihan, tetap Asyik untuk berteman kan?

"Ridwan Kamil ya, jadinya yang menang?" tanya paman saya kemarin sore.

"Eh?" saya terperanjat, bukan karena mendengar pertanyaan dari paman saya tersebut, tapi lebih karena saya baru ingat kalau saya belum menuliskan hal itu di blog ini.

Ya, beberapa waktu lalu, kita semua tahu dan sama-sama melaksanakan pemilihan gubernur atau kepala daerah dengan serentak dibeberapa provinsi di Indonesia. Jawa Barat salah satunya.

Ada empat calon pasangan saat itu, dengan julukan masing-masing. Yang kesatu, Rindu, singkatan dari nama Ridwan Kamil-UU. Yang kedua, Hasanah, akronim dari Hasan-Anton-amanah. Yang ketiga, Asyik alias Adjat-Syaikhu. Dan yang ke Empat sebutannya 2D, yakni Dedy Mizwar-Dedy Mulyadi.

Menurut beberapa survei,
paslon nomor 3 itu kecil sekali elektabilitasnya. Namun ternyata, seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai mengenal sosok keduanya. Apalagi sejak keduanya merilis pernyataan untuk #2019gantipresiden.

Sampai pada masa pemilihan berlangsung, saya mengikuti perkembangan di lapangan. Dan saya sempat heran ketika ada salah satu paslon yang tidak menyertakan saksi di tempat pemilihan berlangsung. Di waktu yang sama dan terjadi di beberapa TPS. Saya yang sebenarnya hanya ingin tahu alasan dari fenomena tersebut, bertanya di fesbuk. Yang langsung ditanggapi dengan beraneka warna. Pada akhirnya, saya cukup puas dengan jawaban dari salah satu timses paslon tersebut.

Hasil QuickCount dari beberapa lembaga survey sudah muncul di media. Menyebutkan bahwa pasangan Rindu unggul. Namun saya masih penasaran dengan hasil KPU. Sambil menunggu, saya mengamati banyak cuitan di medsos.

Berdasarkan hasil QC tersebut, ada yang senang dengan kemenangan Rindu karena memang sedari awal memilih pasangan itu. Ada juga yang senang Rindu yang menang, karena 'asalkan bukan Asyik' yang menang. Hahaha, saya tertawa ketika membacanya. Tertawa karena, muncul pertanyaan di benak saya, mengapa koq khawatir sekali bila Asyik menang? Selowwwmeeeen.

Lalu, ada pesan masuk ke WA saya. Seorang senior saya, bisa dikatakan begitu, hehehe. Beliau memberi tahu bahwa memang apa yang saya tanyakan di fesbuk itu juga beliau alami. Tapi beliau juga sekaligus mengingatkan, agar saya tidak termakan suasana. Karena bagaimanapun, kita semua tetap bersaudara walaupun beda pilihan.
 Saya mengiyakan setelah sebelumnya saya mengemukakan beberapa argumen yang mungkin tidak penting. Dan diakhir percakapan, beliau bilang, "saya juga asyik". Sebenarnya saya tertawa ketika membacanya, karena betapa beliau berusaha keras agar saya tak berburuk sangka. Saya langsung menyematkan emoticon jempol, sebagai balasannya.

Saya juga sempat mengatakan pada beliau, bahwa saya sebenarnya tidak terlalu peduli siapa yang menang, yang penting fair. Dan saya akan mengucapkan selamat pada siapapun yang menang, setelah resmi diumumkan oleh KPU.

Here we go.

KPU sudah mengumumkan siapa yang resmi akan menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat lima tahun ke depan. Yakni pasangan Rindu. Rindu Juara, sebagaimana jargonnya.

Dan saya berterima kasih pada paman saya yang secara tak sengaja mengingatkan saya untuk segera menuliskan ini. Ya, saya memang akan menuliskannya di blog ini.

Selamat kepada pasangan Ridwan Kamil dan UU, yang telah terpilih untuk memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan. Semoga keduanya mampu menjalankan amanah yang Allah berikan ini dengan sebaik-baiknya.

Jujur, saya tidak kecewa sama sekali ketika pilihan saya justeru tidak terpilih. Karena, saya paham, yang penting ikhtiar. Kita semua sudah berikhtiar memilih pemimpin yang diyakini menurut kriteria masing-masing. Dan Allah tetaplah sebaik-baik pemberi keputusan.

Eh, saya pernah baca, lupa quotes siapa (mohon tulis di kolom komentar ya, bagi yang hapal ini quotes siapa, trims).
Intinya gini, kalaupun pilihan saya menang ya alhamdulillah, dan kalaupun pilihan saya kalah saya tetap punya pemimpin, yang semoga amanah. Aamiin.

Apalagi tadi saya sempat baca berita di Republika, dan menemukan halaman ini. Dimana insya Allah program "Asyikpreneur" yang sejatinya akan diluncurkan oleh pasangan Asyik, kini dititipkan kepada Pak Ridwan-UU.


Semoga lancar ya.

Oke, jadi meskipun kita yang tadinya beda pilihan, tetap asyik untuk berteman kan? 😆

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi


1 komentar:

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict , tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketik...

Postingan Terpopuler Bulan ini