Geliat Pasar Tumpah Menjelang Lebaran

Baju baru alhamdulillah 
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama ๐Ÿ˜Š

Masih ingat lagu anak-anak yang dipopulerkan oleh Dea Ananda, di atas? (hahaha, ketauan banget ya yang nulis anak jaman kapan ๐Ÿ˜›)

Ya, budaya yang ada di Indonesia, entah sejak kapan dimulainya, menjelang akhir ramadhan, masyarakat kita berburu
baju lebaran. Emang sih sebenarnya enggak wajib. Tapi kalaupun mau memakai baju yang baru, enggak ada salahnya, karena bisa jadi mengikuti sunnah idul fitri untuk memakai pakaian terbaik. Meskipun emang perlu digaris bawahi juga, terbaik itu esensinya enggak harus baru atau mahal. Yang penting bersih, nyaman dipakainya, dan yang pasti nutup aurat.

Tapi, sekali lagi, kalau memang ada kelebihan rezeki untuk membeli yang baru, why not? Selagi tidak mengganggu kebutuhan pokok, dan kalau bisa setelah kita memastikan hutang kita lunas, minimal berkurang banyak lah yaa #haghaghag

Anyway, seperti yang saya katakan sebelumnya, kalau memang mau beli baju baru, yang harganya terjangkau tapi kualitas oke, pasar tumpah bisa jadi alternatif. Karena selain kita bisa langsung merasakan tekstur bahannya, nyaman atau enggaknya, muat atau enggaknya, srek atau enggaknya, kita juga bisa sambil cuci mata lihat-lihat keperluan yang lain. Asalkan cuci matanya enggak berlebihan ya ๐Ÿ˜„

Seperti yang saya jumpai di pasar tumpah, baik itu di Kondang setiap hari sabtu, ataupun di sekitar Peruri di hari minggu. Membludak. Sampai jalanan juga penuh.



djayantinakhla.com


Dan bisa jadi ini salah satu berkah ramadhan, untuk para pedagang yang jadi peserta di pasar tumpah. Karena menjelang akhir ramadhan, biasanya pengunjung pasar lebih banyak, apalagi kalau THR sudah cair.

Nah, bagi teman-teman yang kebetulan sedang windows shopping di pasar tumpah, jangan lupa mampir di lapak Paman bibi saya.

Ini wajah paman dan bibi saya, pastikan berbelanja di beliau2 ya ๐Ÿ˜Ž

Harganya bersahabat. Jadi please atuh lah, enggak usah sadis ya kalau mau nawar ๐Ÿ˜. Karena kualitasnya juga oke. Varian modelnya juga banyak. Dari yang standar sampai yang tipe niqaber. Tipe bahannya juga banyak. Ada yang katun, balotely, saten, jersey, wolfis, dll.







Saran selanjutnya, kalau mau ke pasar tumpah, harus kuat lahir batin. Misal kalau cuaca terik, mending pakai masker supaya enggak kemasukan debu.

Siapkan Minyak Herba Sinergi Hpai juga, supaya kalau pegel karena kelamaan jalan dan kelamaan mikir milih baju, bisa langsung dioles-oles di bagian yang pegal.
Produk ini bisa dipesan, klik di sini--> bit.ly/DcHNIHPAI

Tapi ya jangan oles di baju yang dipajang pedagang, entar yang punya marah๐Ÿ˜‚, kecuali kalau udah dibeli sih enggak apa-apa. Hehehe.

Plus, kalau bawa bocil, harus kuat lahir batin, kuat dompet juga dink ๐Ÿ˜„ karena di pasar tumpah akan dengan sangat mudah dijumpai pedagang yang menawarkan mainan atau makanan/minuman kesukaan anak-anak. ๐Ÿ˜

Oke ya, bagi yang sedang enggak ada kesempatan atau berhalangan untuk berburu baju lebaran, santai... hidup belum berakhir hanya karena kita enggak beli baju lebaran koq.

Pun bagi yang berkesempatan berburu, pastikan saldo di dompet anda mencukupi. Dan banyak-banyak zikir kalau pas lagi milih, supaya enggak kalap atau lebay pas di TKP ๐Ÿ˜„
Dan pastikan belanjanya di lapak Paman dan bibi saya yang sudah saya kenalkan di atas ya, insya Allah memuaskan kualitas dan harganya ๐Ÿ˜Ž

Happy weekend! ๐Ÿ˜‰

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi
Karawang
24 Ramadhan 1439 H.



2 komentar:

Momen Indah saat Lebaran Idul FItri

Ada banyak momen yang indah pada saat lebaran. Sebagai mana yang dialami oleh muslim umumnya. Dan beberapa di bawah ini adalah momen terin...