Langsung ke konten utama

Ternyata Bakmi Jawa ini ada di Perumnas!



Udah baca curhatan saya di sini? Hehehe. Silakan baca dulu, siapa tahu ada manfaatnya ☺☺

Nah, jadi sebenarnya, saya udah beberapa kali makan Bakmi Jawa ini, karena beberapa kali suami bawain ke rumah. Tapi, baru kemarin saya tahu dimana lokasinya.



Yup. Lokasinya ternyata ada di blok belakang Masjid Raya Perumnas. Jalan untuk melalui ke lokasinya emang kurang nyaman sih, karena gank ke blok situ belum mulus banget jalannya.

Tapi, setelah sampai di kedai Bakmi Jawa, rasanya terbayarkan dengan kenyamanan suasana kedai.



Selain desain interior yang modern minimalis, kedai ini juga menggabungkan nuansa pedesaan, seperti menyediakan fasilitas lesehan, dan sebubah Gazebo di sudut ruangan.

Fasilitas lain seperti toilet dan tempat cuci tangan juga ditempatkan terpisah.

 

Kelebihan berkunjung kesana, adalah selain karena rasa dari menunya yang oke serta tempatnya yang nyaman, kita juga disuguhkan audio murottal yang disiarkan dari mikrofon Masjid.

Ya, kedai ini memang dekat dengan Masjid Raya Perumnas. Sehingga bagi yang memang sedang mampir ke Masjid Raya Perumnas, bisa melipir sedikit ke blok belakang perum untuk bisa menemukan kedai cozy ini.



Jadi, kalau misalnya ada acara buka puasa bersama, atau hang out bareng teman dan keluarga, Kedai ini bisa jadi rekomendasi untuk semua.

Tapi, waktu itu saya lupa bertanya, apakah di kedai ini ada free wifi nya atau enggak, hehehe.

Oh, ya, sebenarnya, nama kedai ini adalah BBJ. Bandeng Bakar Juwana. Karena kedai ini memang awalnya mengusung tema bandeng. Pokoknya, semua tentang bandeng yang dikreasikan dengan berbagai variasi ada di kedai ini.

Nah, bakmi Jawa yang menurut saya enak ini, adalah menu tambahan dari menu utama perbandengan. Menu yang lainnya juga ada sih, enggak kalah enak. 

Silakan berkunjung untuk menjajal langsung citra rasa yang disajikan oleh kedai ini.

Dan saya sarankan sih, baiknya kalau ke kedai ini rame-rame, selain karena lebih seru, juga biar enggak ketahuan jomblonya, eeeeh. Becanda ya mblo. Hehehehe.



Oh ya, mari kita biasakan untuk 'merapikan' kembali meja yang kita gunakan ketika berada di fasilitas publik seperti ini.




Simple sih, kita cuma tinggal menumpukkan piring-piring (berikut bekas tissue dan sisa makananya) juga gelas ke tengah meja atau ke salah satu sudut meja, sehingga menyisakan meja yang lapang dan bersih. Sehingga memudahkan petugas resto untuk mengambil alih kemudian.

Kalau ada yang bilang, "halah, ngapain sih repot-repot ngerapiin kembali, kan ada pelayan atau petugasnya yang nanti membersihkan? kita mah tinggal cabut aja lah"

Emang sih, ada petugas kedai atau resto yang nanti akan membersihkan dan merapikan. Tapi, kalau keadaan sedang ramai sekali dan petugas kewalahan, barangkali bantuan kecil kita yang sederhana ini mampu membuat mereka senang, sehingga lebih semangat bekerjanya.

Pun, jika kita membereskan meja kita sebelum meninggalkan lokasi, orang yang datang selanjutnya tidak harus menunggu lama untuk bisa duduk nyaman di tempat yang baru saja kita pakai.



Toh, kita sendiri juga lebih senang mendapati meja makan yang lebih rapi saat berkunjung ke resto atau kedai makanan kan? 

Semoga gerakan sederhana ini mampu menyenangkan banyak orang. Jadi pahala yang banyak deh, Aamiin.

Hal jazaa ul ihsaani illal ihsaan. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula) QS. Arrahman : 60.

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi

Komentar

  1. Kerenn, tumpuk di tengah ya mbak?

    BalasHapus
  2. Wah, bikin ngiler. Kebetulan pas lapar nih. Hehe

    BalasHapus
  3. Ngga ditulis sekalian alamat lengkap kedainya mba biar ngga pada penasaran hehe. Daku baru memulai kebiasaan tumpuk tengah ini semoga bermanfaat ya walau kecil..aamiin

    BalasHapus
  4. Di kotaku ada juga warung Bakmie Jawa cuma aku belom pernah nyobain... hehe
    Kalo lihat fotonya sekilas kayaknya mie tek-tek ya mbak

    BalasHapus
  5. itu kenapa pas tiba foto keluarga hasilnya burem yaaak

    BalasHapus
  6. Wow, sekilas lokasinya instagramable banget, pasti banyak yang berkunjung dan eksis foto-foto

    BalasHapus
  7. wah kayaknya enak ya, bakmi-nya. di kotaku nggak banyak nih yang jualan bakmi jawa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai