Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia


Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.

Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai
kalau nemu berita dia di koran, langsung saya kliping, hahahaha. Setelah itu, ya biasa aja. Enggak terlalu fanatik juga sama bola, hehehe. Jadi, ibarat kata nih, saya mah angot-angotan kalau nonton bola. Ya kalau lagi pengen, nonton. Ya kalau lagi enggak pengen, enggak maksain diri buat nonton. Jadi, enggak heran, kalau saya sering enggak update soal bola.

Intinya sih, saya cukup tahu dikit lah. Lumayan kan, daripada enggak nyambung sama sekali kalau pas lagi ngobrol soal bola dengan suami. Hahaha.

Tapi dalam postingan kali ini, saya enggak bahas soal Klose koq. Itu mah Cuma mukaddimah aja, asal muasal kenapa akhirnya jadi mengikuti permainan bola, meski Cuma sesekali, hehehe.

Anyway, tahun 1998, Prancis berhasil menjadi juara dunia di ranah sepak bola. Indonesia? Beuh jangan tanya. Tahun segitu, lagi krisis moneter, men. 

Dan sekarang? Setelah dua dekade, akhirnya Prancis kembali menjadi juara di piala dunia 2018. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah sejarahnya berulang? Semoga sih enggak krismon lagi, tapi ya kalau dari fakta yang ada, semua harga kebutuhan pokok melonjak dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
Mungkin pertanda, kita mulai harus mencari bisnis tambahan untuk menguatkan perekenomian kita, misalnya dengan aktif berbisnis di HNI HPAI bareng saya, klik disini, hehehe.

Oh ya, pertandingan Prancis-Kroasia di final piala dunia di stadion Luzhniki ini bisa dibilang unik ya. Karena, gol-gol yang tercipta, diawali oleh gol bunuh diri, dan diakhiri dengan gocekan blunder. Hehehe.

Prediksi Prancis vs Kroasia
sumber gambar klik di sini

Pertandingan berjalan cukup menarik di babak awal. Awalnya Kroasia yang dikapteni oleh Luka Modric ini, lebih menguasai bola ketimbang Prancis, tapi serangan balik dari Prancis rupanya cukup membuat Kroasia tertekan. Buktinya, dari gol bunuh diri yang terjadi di menit ke 18, yang tak sengaja, yaiyalah mana ada yang mau sengaja masukin gol ke gawang sendiri, oleh Mario Mandzukic. Niatnya sih antisipasi, eh malah masuk ke gawang sendiri. Mengingat hal itu, saya sih berharap, semoga Mario tetap bisa tidur nyenyak setelah Piala Dunia ini. #lebaymodeon

Meskipun memang pada sepuluh menit selanjutnya, Kroasia kembali mencetak gol ke arah yang benar. Sehingga, skor menjadi imbang. 1-1

Pada menit ke 38, Les Bleus mendapat hadiah pinalti, karena Perisic ketahuan handball. Meskipun menurut beberapa penonton agak diragukan juga sih, tapi pada akhirnya keputusan wasit tidak bisa diganggu gugat. Sampai ke menit 59, angin segar berhembus kembali untuk Prancis. Melalui tendangan ciamiknya, Paul Pogba berhasil merangsek gawang Kroasia. Selanjutnya Kylian Mbappe turut serta mencetak gol menambah deretan angka untuk Prancis, menjadi 4-1, melalui tendangan kerasnya. Keras banget men tendangannya, tapi kayaknya sih masih lebih keras perjuangan kita dalam menghadapi kehidupan ini. #apasih, haghaghag

Dan yang menarik adalah, seperti diberi hiburan oleh Tuhan, Mandzukic berhasil menggelontorkan (halah bahasanya) bola ke gawang Prancis, karena memannfaatkan blunder dari kiper binaan Timnas Negeri Menara Eiffel tersebut, Hugo Lloris. By the way, namanya agak ribet ya, double L tapi di depan. Ah, sudahlah lupakan. Yang jelas sih, blunder dari Loris itu, kejutan kecil dari langit untuk Kroasia. Jadilah skor 4-2 sampai pertandingan selesai.

Nah, menurut hemat saya nih, ada beberapa pelajaran yang bisa saya telan dari pertandingan final piala dunia 2018 ini.


  • Target dan Fokus

Sering kali, dalam hidup ini, kita sudah mempunyai target atau sasaran atau istilahnya goal kita yang biasa nya bagi yang rajin nulis resolusi, sudah tahu dimana. Kadang emang tak bisa dipungkiri. Target aja enggak cukup. Butuh fokus juga untuk bisa mencapai target tersebut.
Misal nih, ada yang mungkin menargetkan  bisa khatam one day one juz. Tapi, kalau fokusnya scroll medsos seharian, bisa jadi kayak Mario Mandzukic, salah sasaran.
Dan begitu pula di bidang lainnya.

  • Solid

Karena sepak bola enggak seperti main congklak yang mengandalkan perseorangan. Maka, butuh kerjasama tim yang solid. Enggak Cuma solid saat bertahan, tapi juga saat menyerang.

Begitupun kita di Indonesia yang warga negaranya buaaanyaaaaak. Kita bisa koq, jadi negara yang disegani dunia, kalau kita solid. Ya solid di semua lini. Baik itu masyarakatnya, maupun aparatur dan seluruh elemen pejabat negeri. Mulai dari RI 1 sampai RI tak terhingga, kalau seirama dan solid, kita bisa koq menjadi negara yang lunas utang, kita bisa koq jadi negara yang enggak selalu dijajah oleh asing dari segi ekonomi, kita bisa koq jadi negara yang makmur dan sejahtera.

Tapi ya itu tadi, syaratnya harus solid. Pemerintah sama warga negara harus sama-sama satu tujuan.
Kan repot ya, kalau yang bawah ingin warga negara Indonesia sejahtera, tapi yang paling atasnya malah ingin warga asing yang sejahtera.
Maka dari itu, semoga tahun 2019, kita bisa menjadi negara yang lebih baik, baik dari segi ekonomi, baik dari segi moral, baik dari segi spiritual, dan baik dari segi persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Lapang dada

Selalu ya, kalau pertandingan itu pasti ada yang menang, dan pasti ada yang kalah. Apalagi ini pertandingan sepak bola. Kalau semuanya menang, pialanya enggak cukup, wong cuma ada satu, masa mau dibelah dua, haghaghag.


Hasil gambar untuk trofi piala dunia 2018
sumber gambar klik di sini

Kalah, kemudian sedih wajar. Mana ada timnas yang enggak sedih ketika belum berhasil menjadikan negaranya juara dunia. 

Sebagaimana Kroasia, sedih mah pasti ada. Tapi pada akhirnya mereka menyadari kalau semua ini hanyalah permainan. Ya, dunia hanya permainan, hehehe. Maka, mereka pun bisa berlapang dada menerima kenyataan menjadi runner up. Eeeeh, segitu tuh udah prestasi yang berharga loh. Jerman aja enggak bisa jadi runner up di piala dunia tahun ini :D

Sama sih kayak kehidupan kita, kadang kita menang, kadang kita kalah dalam sebuah kompetisi. Biasa. Yang luar biasa, adalah, yang ketika menang tidak jumawa, dan ketika kalah tidak putus asa.
Dan luar biasa adalah, yang ketika menang tidak sok paling juara, dan ketika kalah tidak sok paling nelangsa.

Selamat ya, untuk Les Bleus dan Prancis. Toutes nos félicitations.

Semoga piala dunia selanjutnya, Garuda Indonesia bisa masuk ke final piala dunia. Minimal, ke semi finalnya. Eeeeh siapa yang tahu kan? :D

Hasil gambar untuk gambar kemenangan piala dunia 2018
sumber gambar klik di sini





Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi

12 komentar:

  1. Aku kalau lihat cewek melek bola kgum lho. Krena aku sama sekali enggak tagu dan nggak mau tahu tentang dunia persepakbolaan ini. Tapi ajang piala dunia yg kemarin cukup berisik sih ya hutu haranya, jadi mau tak mau aku dengar beberapa berita jg ttg laga ini. Sumber utama sih dari suami. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya mbak, rata2 lelaki doyan nonton sepak bola ya hehehe
      Jadi sebagai istri juga kadang suka ketularan kepo bola đŸ˜„

      Hapus
  2. Setuju banget kalau kita solid pasti bakal kuat..keren Perancis setelah menanti 20 tahun pembalasan begitu manis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee iya mbak, warbiasah ya akhirnya setelah 2 dekade bisa juara lagi:-)

      Hapus
  3. Aku kemaren dukung Prancis kak....hehehe
    Asyik akhirnya menang juga....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah selamatttt, kalau yg diidolakan menang rasanya kayak dpt durian runtuh dong ya kak hehehehe

      Hapus
  4. Akhirnya menang yak, piala dunia kali ini pun banyak kejutan yang gak di duga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya, banyak banget kejutannya mbak :)

      Hapus
  5. Sama mbaaa. ku tu beneran ngatau apapun soal bola. Terlebih level piala dunia. Tp pengeeen bgt ikut euforianya. dan tempo hari ikut prediksi menang Prancis krn denger2 pernah menang wkwk. Eh menang betulAannn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe iya ya mbak, akhirnya setelah dua puluh tahun bisa menang lagi

      Hapus
  6. Banyak kejutan di piala dunia 2018 ini ya
    mulai dari jerman korea hingga pranciss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bunda Taka, piala dunia 2018 ini banyak banget kejutannya :D enggak nyangka aja gitu Jerman pulang lebih awal gegara ketemu oppa2 hehe

      Hapus

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...