Rabu, 20 Januari 2016

Nyesel Deh Kalau Enggak Mengunjungi Tempat Wisata Karawang Ini!



Siapa yang suka piknik, cung! Siapa yang butuh liburan, cung! #Saya pun ikut ngacungin tangan, hehehe.

Ya, bagi teman-teman yang butuh banget refreshing, tapi enggak punya waktu lebih dan dana terbatas, tenang! Di Karawang juga banyak loh sebenarnya tempat wisata yang asyik tanpa membuat kantong kering kerontang.

Mau wisata model apa saja di Karawang ada! Dari mulai wisata air terjun sekaligus naik-naik ke puncak gunung, melihat tenangnya danau, atau merasakan vitamin sea alias laut, sampai menikmati wisata situs sejarah Indonesia, semuanya ada di Karawang. Lengkap kan?

Nah, kali ini, saya akan menuliskan dua dari tempat wisata yang sudah saya sebutkan di atas.

Gunung Loji

Gunung yang satu ini punya curug-curug yang luar biasa indah! Dan Curug Cigentis adalah satu icon air terjun di Gunung Loji. Sebenarnya masih ada enam curug besar lagi yang ada di kaki gunung Sanggabuana ini, namun baru curug Cigentis sajalah, curug paling besar yang boleh dikunjungi. Karena keenam curug besar lainnya, masih sangat rimba alias belantara pakai banget.

Dari informasi yang saya dapatkan, untuk sampai di curug Cigentis ini, paling tidak kita harus berjalan kaki sejauh 2 km, dari pos pembayaran wisata Gn. Sanggabuana dan Curug Cigentis. Dan kita hanya cukup membayar 5 ribu rupiah untuk bisa masuk ke kawasan wisata ini. Murah banget kan, sob?

Di ujung sana, kita akan bertemu dengan pos perhutani, bila sebelumnya nekat offroad sampai rute ini, maka pos perhutani bisa menjadi temat parkir motor yang kudu dipatuhi. Karena rute selanjutnya hanyalah jalan setapak. Mending bayar parkir 5 ribu sajalah ya daripada harus naik gunung sambil manggul-manggul motor? Hehehehe.

Di pos perhutani sana ada banyak pedagang yang menawarkan makanan dan minuman. Sekedar saran, sebaiknya bawa perlengkapan makanan yang cukup, karena harga makanan yang cepat saji di atas gunung tentu berbeda dengan harga makanan di dataran biasa. Ditambah, kita juga masih sangat butuh energi untuk mendaki, jadi pasokan makanan harus tetap terisi.

Perjalanan ke Curug Cigentis yang berada di ketinggian 1000 m di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan debit air yang dipengaruhi curah hujan turun di atas kawasan ini, bisa dibilang terjal. Tapi, setelah sampai di tujuan, semua kelelahan akan sirna begitu melihat tanda kebesaran Allah melalui air terjun ciamik ini. 

Curug Cigentis

sumber foto dari sini

Nah, untuk teman-teman yang rasa-rasanya tak sanggup menempuh ketinggian Curug Cigentis, tenang! Ada alternatif Curug Bandung.

Ya, FYI ya, curug yang namanya seperti kota yang dipimpin Pak Ridwan Kamil ini, bukan terletak di Bandung. Tapi Curug Bandung ini letaknya di Karawang, ya di Gunung Loji ini.
Curug Bandung juga tak kalah cantik dengan wisata air terjun lain. Terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat.
Tepatnya, Curug Bandung ini berjarak 43 km dari ibu kota kabupaten Karawang.  

Dan kabar baiknya, curug ini hanya terletak sekitar 25 m di bawah kaki Gunung Sanggabuana. Curug Bandung ini juga merupakan keajaiban alam dengan rangkain air terjun dalam satu aliran sungai dengan curug-curug kecil lain. Namun di antara curug-curug kecil lain, Curug Bandung ini yang terbesar.

Untuk teman-teman yang ada di luar Karawang atau luar Jawa Barat, bila menggunakan pesawat  tentu harus transit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Dari sana, bisa menuju Karawang, baik dengan menggunakan kereta, bus ataupun kendaraan pribadi lainnya.

Bila masuk melalui tol Karawang Barat, itu lebih dekat. Nanti turun di jembatan Badami, dan melanjutkan jalan ke arah Loji.
Terus melaju sekitar 10 km ke Parakan Badak dan 3,5 km lagi menuju desa Jayanti, saya ulangi ya, Desa Jayanti *hahaha, GeER banget saya nama saya jadi nama sebuah desa. Hahaha.  Eh tapi, kurang lengkap sih, harusnya pake huruf D di depannya, baru deh jadi nama saya, Djayanti, hehehe. Eh apa sih nih, koq jadi ngelantur :D*

Pokoknya jangan lupa sering-sering nanya orang sekitar ya, karena mengandalkan GPS saja khawatir bermasalah sinyalnya. 

Dan yang pasti, pastikan kendaraan safety ya! Jangan sampai niat kita refreshing malah jadi dorong-dorong kendaraan. Hehehe.

Oke, dari Desa Jayanti kita perlu menempuh lagi 3 kilometeran, dengan berjalan kaki. Dan sampailah kita di Curug Bandung. Dan Curug inilah Curug pertama yang berhasil saya daki, itupun bersama anak-anak MoKa Karawang dan tim, pada tahun 2007. Horeeee!

Sayangnya, waktu itu belum punya handphone ya, jadi enggak bisa selfie-selfie kayak sekarang. Hahaha. Sayang bo, tempatnya kece bener. Di Curug ini, kita benar-benar merasa tenang, damai, nyaman, dan pastinya bikin kita mikir dan merenungkan kebesaran Allah. Maha suci Allah yang telah menciptakan alam begitu indah.

Curug Bandung di Karawang
Sumber foto dari sini

 
Aaah, saya mupeng pengin ke sana lagi. Mungkin nanti jika putri saya sudah bisa diajak naik gunung. Sekarang sih my bocil masih berusia satu tahun lima bulan. Hihihi.

Well, Mau ke Curug Cigentis ataupun CurugBandung, pastikan bawa peralatan pribadi dan baju ganti. Karena, setelah tiba dilokasi, sangat mungkin ingin menceburkan diri di air atau merasakan sensasi air terjun menyentuh seluruh tubuh.

Oia, pastikan juga barang-barang yang dibawa aman ya. Dan kalau ingin menikmati suasana wisata ini lebih tenang, disarankan untuk datang pada hari biasa, bukan pada hari libur, karena biasanya wisatawan pada hari libur membludak.

Satu lagi, jangan buah sampah sembarangan ya, kalau enggak nemu tong sampah mending bawa pulang lagi saja sampahnya. Karena sayang dong, masa tempat kece dikotorin? Entar disuruh tanggung jawab di akhirat, hayo….

Ayo, Cuma ceban dong loh (5 ribu bayar pos, 5 ribu bayar parkir) untuk bisa menikmati kawasan wisata kece yang satu ini.

 Danau Cipule

Letak Danau Cipule ini ada di tepi Sungai Citarum, Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Danau ini mempunyai lebar sekitar 90 hektar dan kedalaman dari dua sampai dua puluh meter.
 
Bagi yang sedang patah hati, danau ini bisa jadi destinasi. Tentunya bukan untuk menceburkan diri, ya. Sayang dong, masa depan masih panjang. Masih banyak orang-orang tulus yang mau nerima kita apa adanya, koq. #Loh koq ini jadi khutbah soal galau? :D

Tapi asli, tempat ini memang sangat tenang, sejuk, sehingga bisa dijadikan alternatif untuk relaksasi pikiran.

Dan rekomendasi ke danau ini bukan saja untuk mereka yang sedang galau, danau ini juga bisa jadi alternatif untuk berlibur bersama keluarga. 

Teman-teman tak perlu khawatir kelaparan di sini, hehehe. Karena di sekitar danau ini terdapat warung-warung sederhana yang menyediakan menu ikan emas bakar dan cobek ikan emas yang ditangkap dari jaring terapung di Danau Cipule. Wuih, asik kan?

Dan uniknya, di tengah danau Cipule ini juga terdapat pulau buatan yang rindang oleh pepohonan. Teman-teman bisa memakai jasa perahu eretan yang tersedia. Cukup memberi tip saja. Dan teman-teman bisa merasakan sensasi Toba-nya Karawang. Seru kan?

Danau yang sederhana ini, mempunyai sejarah tersendiri. Pasalnya, dulu danau ini adalah bekas lokasi galian pasir. Namun akhirnya oleh pemerintah Jawa Barat dimodif jadi tempat wisata air yang menyenangkan. Apalagi danau ini juga pernah menjadi tempat berlangsungnya SEA-GAMES 2011 cabang olahraga dayung.
Taraaa... inilah penampakan Danau Cipule setelah direnovasi.
Danau Cipule
Sumber gambar dari sini






Ada satu pelajaran berharga yang bisa kita petik dari Danau Cipule ini. Bahwasannya, apapun latar belakang kita, sesuram apapun masa lalu kita, kita selalu mempunyai potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, asalkan kita sabar dan bersungguh-sungguh.
Sebagaimana Cipule. Yang tadinya lokasi terbengkalai, kini justeru menjadi tempat wisata yang aduhai.


Danau Cipule
Sumber gambar dari sini



Untuk teman-teman yang berada di luar Karawang atau luar Jawa Barat, dan ingin berkunjung ke sini menggunakan pesawat, sekali lagi tentu mesti transit di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta. Karena di Karawang belum ada bandara. Hehe. Kabarnya sih dulu bakalan ada, tapi entah ya kapan terjadinya.

Jadi, sudah atur waktunya untuk berkunjung ke tempat wisata murah meriah di Karawang ini kan?

Masih banyak tempat wisata yang tak kalah menariknya di Karawang, insya Allah dalam kesempatan selanjutnya saya tuliskan kembali.


Selamat berwisata di Karawang tercinta. ^^



   Salam, 
   Djayanti Nakhla Andonesi
   Karawang


 

Selasa, 19 Januari 2016

Setiap Orang Pernah Salah Tapi Tidak Semua Berani Muhasabah


Sebuah Resensi

Judul buku : Sujud Nisa Di Kaki Tahajjud-Subuh
Penulis : Kartini Nainggolan
Penerbit :  Diva Press
Cetakan : ke-16 Agustus 2012
Tebal : 370 Halaman
*Harga : Kurang tahu, karena ini pemberian :D

http://kutukutubuku.com/_res/picture/21583-sujud_nisa_di_kaki_t.jpg
Males motoin buku karena ini udah malem si kamera enggak akan 'ngeliat' :D, jadi Sumber gambar diambil dari sini :D
Sebenarnya buku ini sudah sejak Oktober 2012 ada pada saya, pemberian salah seorang saudara saya. Namun, saya baru sempat mengkhatamkannya dua hari yang lalu. Itu pun karena bukunya baru ketemu dan baru niat dibaca. Hahaha. Parah. Yah, sekali lagi, musibah selalu membawa hikmah.
Oke, abaikan muqaddimah barusan.

**
Novel ini

Senin, 18 Januari 2016

Bukannya Ingin Terus Asik Sendiri, Percayalah Pasti Kutemukan Tambatan Hati

Catatan ini dipersembahkan untuk sahabat-sahabat yang masih berjuang mencari tambatan hati.

***

Musim kondangan telah tiba. Bukan saja kado atau doa yang akan ku persiapkan untuk mereka yang mengundangku ke pernikahannya. Lebih dari itu. Aku pun mempersiapkan mental.
Mental untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan mainstream. Seperti, kapan nikah?

Kadang aku mikir, koq pertanyaannya kurang kreatif sekali. Enggak ada pertanyaan lain apa? Misal

Minggu, 17 Januari 2016

3 Siasat Agar Tak Lagi Bilang "I Hate Monday"

Weekend itu memang selalu ditunggu. Apalagi selama lima atau enam hari berturut-turut dengan rutinitas yang padat.
Tentu, ketika weekend usai, kita akan bertemu lagi dengan hari Senin. Yeah :)

Dan biasanya, ada saja keluhan kita saat menghadapi hari senin. Sampai-sampai I Hate Monday, begitu terngiang-ngiang di pikiran kita.

Nah, bagaimana menyiasatinya agar kita bebas dari ucapan " I Hate Monday" ?


Sabtu, 16 Januari 2016

7 Fakta Dahulu dan Sekarang SMA Negeri 1 Telukjambe

Hari ini, ketika saya buka facebook, ada postingan dari guru kami. Postingan yang membuat kami, murid-muridnya yang menimba ilmu di sana, merasakan rindu yang teramat.

Kami, khususnya saya,

Jumat, 15 Januari 2016

Selamat jalan Ibu kontrakan, Ayahanda Teman, dan Severus Snape

Pagi ini, di hari yang sama, saya mendapat 3 kabar duka sekaligus.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Pertama,
saat saya sedang sarapan, tetiba Mama saya mendapat sms dari temannya. Mengabarkan bahwa orang yang kami kenal baik, telah berpulang ke rahmatullah semalam. Dia adalah, orang yang dulu jadi Ibu kontrakan pertama saya dan suami.

Mendengar kepulangannya yang memilukan, membuat nafsu makan saya seketika hilang. Apalagi ketiga putri beliau masih anak-anak, satu di antaranya baru berusia satu tahun.

Almarhumah adalah orang baik selama saya kenal. Dia juga orang yang sabar, bahkan sakit yang di deritanya sebelum kepulangan cukup mengkhawatirkan. Almarhumah senantiasa ramah, maka tak heran putri-putrinya mewarisi keramahan ibunya.

Ya Allah ... semoga amal ibadah beliau diterimaNya, dan keluarga yang ditinggalkan khususnya putri-putrinya diberi ketabahan. Aamiin.

Saya pun menyadari sesuatu. Masya Allah, beliau meninggal di malam jumat. Saya langsung teringat:

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).


Masya Allah, semoga almarhumah husnul khatimah. Aamiin.

Kedua, ketika saya iseng buka facebook, sahabat saya menandai saya sesuatu di postingannya. Doi mengabarkan, kalau ayah teman kampus kami meninggal dunia kemarin. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. 


Untuk ibu kontrakan dan ayahanda teman kami, allahummagfirlahum war hamhum wa 'afihi wa'fu' anhum.
Aamiin.


Ketiga, ketika saya scroll time line fb, saya juga menemukan duka cita, dari salah satu aktor yang membintangi film fenomenal Harry Potter. Ya, aktor yang berperan sebagai orang dingin, Severus Snape, meninggal juga di usia ke 69 waktu setempat.

Saya sempat tersentil dengan komentar fansnya yang intinya merasa tidak percaya bahwa aktor hebat Alan Rickman, bisa meninggal dunia.

Kawan, dengarlah, kematian itu pasti. Tidak pandang bulu. Bukan berarti jika kita orang terkenal, orang penting, kita tidak akan mati. Karena, apapun status kita sekarang, bagaimanapun kondisi kita sekarang, ajal pasti datang. Malaikat Izroil pasti mengundang. Bahkan Izroil sendiri kelak akan wafat.
Karena, kita hanyalah makhluk.
Yang Maha Hidup hanyalah Khalik, Allah SWT.

Ya, sejatinya kematian adalah nasehat bagi kita semua. Mengingatkan kita, bahwa tujuan hidup di dunia bukan untuk disia-siakan. Hidup kita di dunia hanyalah jembatan, menuju hidup yang kekal di akhirat.

Ya, kita tidak pernah tahu, kapan ajal akan menjemput kita. Untuk itu, kita harus senantisa mempersiapkannya, dengan instrospkesi diri, lalu memperbaikinya semata-mata untuk Yang Maha Esa.

Tak ada kata terlambat untuk memulai membenahi diri. Kebaikan begitu mudah untuk kita lakukan setulus hati. Agar ketika di akhirat kelak, kita bangkit dengan wajah yang berseri. Aamiin.

Ah, kiranya, kematian selalu bisa menampar kita, sudahkah kita gunakan sisa usia kita sebaik-baiknya?

Sumber foto : dari Teman


Selamat jalan Ibu kontrakan, ayahanda Teman, dan Severus Snape. Tak ada yang abadi di dunia ini. Sungguh akhirat tempat kembali, dan Allah sebaik-baik usulan diri.


Salam,

Djayanti Nakhla Andonesi

Kaumjaya, Karawang

Kamis, 14 Januari 2016

Kakek Penjual (miniatur) Rusa yang Luar Biasa, Pelajaran Bagi yang Muda

Waktu itu tanggal 15 November, tahun 2015. Pas weekend. Saya dan keluarga hang-out. Enggak jauh-jauh. Wisata religi ke Masjid Agung Karawang. Mengenalkan putri kami yang baru setahunan, pada Masjid.

Ketika kami sedang menikmati suasana sore di teras Masjid, tiba-tiba ada seorang pria yang cukup sepuh. 
Dia menghampiri kami. Langkahnya nampak lelah. Namun semangat masih terasa memancar di sekujur jiwanya. 

Hingga tak heran, ia mengucapkan salam dengan penuh energi.
Kami menjawab salamnya.
Kemudian ia duduk di depan kami. Dia memperkenalkan diri. Suaranya yang cukup parau dimakan usia, tak membuatnya minder. 

"Neng, Jang, aki teh penjualan ieu, kerajinan tangan." Katanya sambil menaruh ketiga benda yang sedari tadi dipegangnya.

"Oh, celengan nya, Ki?" Tanya suami antusias.

Rabu, 13 Januari 2016

Rapi-rapi Rumah Ini

Sempat galau beberapa lama, mau pilih aktif di wordpress atau di blogspot?
Karena, jujur udah nyaman posting di wordpress sejak 2013 silam. Meskipun emang awalnya aku terjun di dunia blog ya di blogspot, zaman sekolah udah nonaktif blognya, mulai lagi pas zaman kuliah itu pun karena tugas dosen hahaha. Jadi, bisa dibilang, awal terbentuknya blog yang ini, karena tugas semata. Lambat laun sih akhirnya asik juga ya ngeblog. Tapi sayang, karena satu dan lain hal, saya jadi tidak aktif ngeblog lagi.

Hingga akhirnya, naluri ngeblog saya muncul lagi. Tapi, saya memilih wordpress. Dan meninggalkan 'rumah ini'.
Saya juga tidak tahu, apakah saya akan benar-benar melupakan blog yang ini atau tidak. Karena selama ngeblog di wordpress mulai dari 2013, nyatanya saya tidak pernah membuka-buka akun blog ini lagi.

Namun, entah bagaimana, panggilan untuk ngeblog di akun ini, kembali mengusik saya. Terlebih karena, saya sempat sebal ketika saya komen di akun blogspot orang lain dengan menggunakan akun wordpress saya, selalu gagal dan gagal lagi. Mungkin saya yang kuper dan kudet hahaha.

Terlepas dari itu, saya sangat 'mencintai' wordpress saya. Terlebih trafficnya sudah banyak banget, hahahaha.

Ya, memang susah ya untuk move on kalau hati kita sudah terpaut terhadap suatu hal.
 
Tapi, yasudah lah, ya. Lebih baik begini saja, saya akan pindahkan isi-isi di rumah wordpress saya : djayantinakhla.wordpress.com , untuk saya taruh dengan manis di akun blogspot ini.


Yuk, pindahan mode on :D


Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi