Membongkar Rahasia Magnet Rezeki ala Ust Nasrullah

Tanggal 20 Mei 2018 yang lalu, kami berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Safari Ramadhan Ustad Nasrullah, yang pada saat itu dilaksanakan di aula Hotel Brits Karawang. Dan maaf baru sempat saya posting sekarang #gigitgadget

Hadirnya saya dan suami di kegiatan tersebut terbilang ajaib menurut kami. Karena, sebelumnya kami bingung apakah akan mengikuti kegiatan itu atau tidak dengan berbagai pertimbangan.
Pertama,
acaranya bentrok dengan kegiatan Home Sharing HNI HPAI di BC Karawang 1.

Kedua, kalaupun memilih acaranya Ustad Nasrullah di Brits, kami atau lebih tepatnya saya tidak yakin apakah akan kondusif atau tidak mengikutinya, mengingat harus membawa dua bocil yang super duper aktif, apalagi sulungnya kami. 😂

Ketiga, kabarnya sudah closed pendaftarannya.

Tapi, jeng jeng jeng...

Selepas Dzuhur keajaiban bermula.

Pertama, bapak mertua datang. Dan sulung kami, seperti biasa akan sangat senang untuk ikut dengan kokongnya. Maka, jadilah Caca ikut dengan kokongnya. Sedangkan saya dan suami beserta anak kedua kami pergi ke BC setelah bapak mertua dan Caca berangkat.

Sesampainya di BC Karawang, jeng jeng jeng... Ruangan penuh. Kami enggak kebagian tempat untuk mengikuti pelatihannya. Sedangkan salah seorang mentor pelatihannya yakni Pak Iyon, pun sudah berangkat ke Brits untuk menjadi MC di acara Safari Ramadhan Ust Nasrullah, setelah beliau mengisi pelatihan.

Maka, saya dan suami diskusi. Apa enggak sebaiknya kita ke acara Ustad Nasrullah saja? Karena percuma juga sih kalau tetap di BC saat itu kami enggak akan kebagian materi pelatihan. Tapi, kalau pun mau ke Brits, kan acaranya sudah mulai, dan kabarnya juga sudah closed pendaftaran. Jadi gimana dong?

Alhasil, mengikuti intuisi, bismillah kami akhirnya memutuskan ke Brits. Bermodalkan Lahaula wala quwwata illa billah. Dan jeng jeng jeng...

Alhamdulillah kami masih bisa daftar ketika sampai di bagian administrasi acara Safari Ramadhan. Karena ternyata ada beberapa orang yang cancel bookingan. Jadi tetap masih bisa bayar HTM early bird walaupun bayar on the spot. 

Alhamdulillah. Ajaib memang.

Foto koleksi pribadi

Dan bukan kebetulan ustad Nasrullah hendak menguraikan materi tentang keajaiban-keajaiban. Khususnya perihal rezeki.

Ustad Nasrullah mengatakan, bahwa mestinya rezeki kita sebagai muslim itu melimpah ruah, seperti air bah. Sebagaimana termaktub dalam QS. Nuh ayat 10-14.

Namun, bila sekarang belum merasakan keberlimpahan rezeki, berarti ada perisai yang menghalangi rezeki kita.

Disamping itu, mesti digaris bawahi jiga, rezeki itu kompleks dan luas. Keluarga yang harmonis, itu rezeki. Kesehatan, termasuk rezeki. Teman yang baik, juga rezeki. Penghasilan dan pendapatan, of course rezeki.

Nah, perisai itu apa? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Kata Ustad Nasrullah, perisai yang dimaksud adalah dosa. Ada dosa yang terasa, ada juga dosa yang tidak terasa. Ada dosa yang disengaja, ada juga dosa yang tidak disengaja. Macam-macam dosa juga buanyaaaak sekali. Bahkan berpikir negatif, pun berburuk sangka terutama pada Allah, dan berkata tak baik masuk kategori perisai tersebut. Astagfirullah.

Maka, lanjut Ustad Nasrullah, salah satu cara untuk menghilangkan perisai tersebut adalah dengan selalu memohon ampun kepada Allah swt.

Saya terhenyak. Karena berhubungan sekali dengan sebuah hadis, bahwa salah satu manfaat istigfar atau memohon ampun adalah memudahkan rezeki.

Selanjutnya, ujar Ustad Nasrullah, paling tidak kita harus disiplin dalam tiga hal ini:

Positif feeling, Positif Thinking dan Positif Motivation.

Positif Feeling, 

dimana kita harus senantiasa merespon segala sesuatu dengan 'wow keren'. Artinya, mau ada kejadian apapun, hati kita harus sabar dan syukur. Apalagi mengingat hadis rosulullah yang mengatakan bahwa sabar itu di tumbukan pertama. Tapi ya memang tidak lantas disalah artikan bahwa sabar itu kita diam doang. Tapi, kudu ikhtiar juga, cuma ya memang ikhtiarnya kudu sambil positif thinking dan positif motivation.

Positif thinking, 

artinya kita harus berusaha untuk berpikir yang baik-baik saja. Karena hidup ini 'Law of Projection'. Termasuk di dalamnya kita harus disiplin menjaga kata agar yang terucap hanya yang baik-baik saja.
Misal, saat tertimpa musibah, kata-kata yang harus keluar dari mulut kita kalau mau hidup kita ajaib, adalah yang bagus-bagus, misal "alhamdulillah", "wow keren". Dll.

Atau, seperti yang extremelly dicontohkan oleh ustad Nasrullah, beliau menanggapinya begini saat ada koruptor yang ditangkap "wow, kereeen, Allah memberi dia waktu untuk bertaubat".

Bahkan menurutnya, kepada bencong sekalipun, kita harus tetap mendoakan kebaikan, agar Allah memberinya hidayah, dsb.

Ustad Nasrullah kemudian membimbing para jamaah untuk simulasi melakukan respon-respon terhadap peristiwa-peristiwa tak mengenakkan lainnya. Yang langsung ditiru oleh jamaah ibu dan bapak dengan penuh semangat.

"Atau ketika ada suami yang menikah lagi, bagaimana tanggapannya?" pancing Ustad Nasrullah kemudian pada jama'ah. Dan kaum ibu yang duduk terpisah dari jamaah pria, langsung mengheningkan cipta, mendadak senyap karena malas jawab, hahahaha.

Tapi kemudian, Ustad Nasrullah melanjutkan setelah berseloroh.

"Tenang bu ibu, kalau saya nih, insya Allah enggak akan poligami apalagi kalau harus poligami diam-diam. Karena akan menyakiti istri. Saya enggak mau menyakiti istri karena menyakiti istri termasuk ke dalam perisai rezeki."

Kaum ibu langsung antusias lagi dong perhatiannya mendengar hal itu. Hehehe.

"Tapi," Ustad Nasrullah menyambung, "kalau semisal istri saya nawarin langsung dengan hati yang ridho, ya masa rezeki ditolak."

Gerrrr, penonton dari pihak pria ketawa berasa lagi di acara stand up comedy seketika.

"Maka dari itu, insya Allah saya cukup satu, kecuali kalau ditawari langsung oleh istri" lanjut Ustad Nasrullah yang langsung disambut derai tawa oleh para jamaah 😄

Dan ustad Nasrullah juga mengingatkan kepada kaum ibu, agar berusaha untuk menghormati suami, jadi masing-masing sama-sama menghargai dan menyayangi. Tidak saling menyakiti. Agar tidak terhalang perisai rezeki.

Kembali ke materi Rahasia Magnet Rezeki.

Hal berikutnya yang mampu membuat sesuatu jadi ajaib adalah positif Motivation.

Positif Motivation di sini berkaitan erat dengan tujuan alias niat kita dalam menjalankan sesuatu. Kalau tujuan kita untuk akhirat, insya Allah dunia pun akan Allah berikan.

Tapi, kalau tujuannya untuk dunia, sekalipun amalannya nampak ukhrawi, maka tetap akan mendapatkan sesuai yang ditujunya. Jadi, mari sama-sama menjaga niat lillahi ta'ala atas apapun perbuatan baik yang kita lakukan.

Well, sebenarnya masih banyak hal yang disampaikan oleh Ustad Nasrullah. Tapi semoga intinya tadi sudah tersampaikan.

Lebih lengkapnya sih bisa simak di channel telegram. Dan bagi teman-teman yang belum join di channel telegram Ustad Nasrullah, silakan segera join dengan klik link ini t.me/audiomagnetrezeki (@audiomagnetrezeki) atau t.me/rahasiamagnetrezeki dan web nya di www.rahasiamagnetrezeki.com

Excuse me, MHS hni Hpai ikut eksis ya 😄
Karena banyak banget manfaatnya, makanya minyak ini disebut juga minyak ajaib! 😎 silakan pesan di sini --> bit.ly/PesanPrOduk

Sudah banyak yang bergabung di channel telegram tersebut. Karena di channel yang diasuh oleh beliau itu banyak sekali manfaatnya, insya Allah. Jadi, buruan yang belum punya telegram segera download ya 😉

Oh ya, dengan mengikuti training Magnet Rezeki atau pada saat Ramadhan ini dikenal dengan safari Ramadhan magnet rezeki, selain mengupgrade kualitas jiwa, kita juga jadi bertambah saudara karena saling mengenal satu sama lain di tempat acara berlangsung.


Insya Allah kalau sering-sering ikut acara positif seperti itu, kita akan tumbuh jadi orang yang positif pula insya Allah. Lagi pula, investasi leher ke atas itu sangat penting. Selain memperbaiki mindset, juga dapat memperbaiki hidup kalau dipraktikan, insya Allah.

Selamat Memagnet rezeki!

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi
25 Ramadhan 1439 H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...