Langsung ke konten utama

Postingan

Membongkar Rahasia Magnet Rezeki ala Ust Nasrullah

Tanggal 20 Mei 2018 yang lalu, kami berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Safari Ramadhan Ustad Nasrullah, yang pada saat itu dilaksanakan di aula Hotel Brits Karawang. Dan maaf baru sempat saya posting sekarang #gigitgadget

Hadirnya saya dan suami di kegiatan tersebut terbilang ajaib menurut kami. Karena, sebelumnya kami bingung apakah akan mengikuti kegiatan itu atau tidak dengan berbagai pertimbangan.
Pertama,
Postingan terbaru

Geliat Pasar Tumpah Menjelang Lebaran

Baju baru alhamdulillah 
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama 😊

Masih ingat lagu anak-anak yang dipopulerkan oleh Dea Ananda, di atas? (hahaha, ketauan banget ya yang nulis anak jaman kapan 😛)

Ya, budaya yang ada di Indonesia, entah sejak kapan dimulainya, menjelang akhir ramadhan, masyarakat kita berburu

Rek Kitu Wae?

Kalau Anda sering mendengar ceramah salah satu Ustad asal Parahyangan, alias asal Sunda, pasti paham siapa yang sering mengatakan kalimat ini : "Rek Kitu Wae?"

Yap, dialah Ustad Evie. Seorang dai yang dikenal eksentrik. Unik. Namun, kali ini saya belum akan membahas biografinya. Melainkan saya akan meminjam kata yang sering beliau ucapkan. Rek Kitu Wae? Dan akan saya uraikan melalui perspektif saya.

Karena saya sendiri seringnya merasa ter-Jleb-isasi, ketika mendengarnya. 'Rek kitu wae?'

Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unig

Maafkan jika tulisan ujung judulnya terkesan agak maksa biar sounds interesting ya 😄 Maksudnya mah gini:
Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unik 😄

Subhanallah. Awalnya saya enggak niat membuat tulisan ini. Tapi, rasanya sayang kalau tidak mengarsipkan momen luar biasa ini. Apalagi pas saya baca komentar-komentar netizen yang kayaknya koq enggak putus-putus urat kreatifnya :D

Buktinya ini,

Tips Melahirkan Normal

15 Mei 2017.
Pagi-pagi udah mulai enggak keruan rasanya perut. Sampai siang makin enggak keruan. Apa iya, kontraksi beneran? Mana di rumah lagi sendirian. Suami lagi di sekolah. Teteh Caca lagi nginep di eyanknya.
Alhamdulillah, jam satu siang mama datang. Beliau khawatir kalau saya emang mau brojolan. Mama udah nyaraninke bidan. Dan emang mau ke bidan nunggu suami pulang. Tapi, waktu itu suami belum bisa pulang karena masih ada tugas yang tak bisa ditinggalkan. Saya mah udah pasrah. Kalaupun suami enggak bisa nganter, toh bisa minta tolong saudara atau tetangga. Soalnya waktu itu belum booming ojek/driver online.
Dan, the amazing of pasrah,

Refleksi Negeri di Ujung Tanduk

Dalam postingan sebelumnya, di sini, saya menyarankan agar Tere Liye melanjutkan kisah Negeri Para Bedebah yang memang ciamik tapi masih ngegantung itu. Dan ternyata, emang udah ada lanjutan sekuelnya.

Jadi, emang saya nya aja yang telat bacanya, hahaha. Wong Negeri Para Bedebah terbit 2012, saya bacanya 2018. Hahahaha. Tapi, konten ceritanya masih sesuai dengan keadaan zaman now koq. Dan inilah sekuel nya : Negeri di Ujung Tanduk.
Nah. Ternyata, harapan saya agar Thomas segera dapat melabuhkan hati di sekuel selanjutnya, belum terwujud. Tapi yang nampaknya sesuai tebakan saya adalah di sekuelnya ini, banyak tokoh baru bermunculan.
Adalah Maryam, seorang wartawati yang boleh dibilang memiliki kesamaan nasib dengan Julia. Karena harus bersusah payah mengejar jadwal Thomas hanya untuk wawancara. Dan pada saatnya bertemu, malah dia kecipratan masalah. Hehehe.

Tapi, Tere Liye, agak mengubah sedikit karakter orang yang menemaninya selama konflik berlangsung itu. Kalau karakter Julia kan, …

Negeri Para Bedebah, Nyatakah?

Adalah Thomas,  seorang Konsultan Keuangan Profesional yang karirnya cemerlang. Kesibukannya yang padat sebagai pakar atau penasehat ulung ekonomi membuatnya sibuk wara wiri ke sana dan kemari, seminar ini, seminar itu, pertemuan ini, pertemuan itu, mengurus ini, mengurus itu, membuat dia sibuk bukan main, bahkan sibuknya mengalahkan jadwal presiden ternama sekalipun. Karena kan kalau presiden yang kita ketahui bersama mah sesibuk apapun tetap bisa membuat Vlog sendiri ya, santai membahas Kuda, atau Rusa istana, dll. #uhuk #fokus please.

Curriculum Vitae Thomas terlihat lempeng. Umumnya orang-orang berprestasi lainnya. Lulus dari sekolah dengan membanggakan. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Thomas memiliki masa kelam. Puluhan tahun yang lalu. Dan itu masih membekas pedih di hatinya.

Alur Novel yang satu ini, bisa dibilang maju mundur cantik #syahrinimodeon.  Tere Liye, penulis Novel Negeri Para Bedebah ini, mampu membuat napas pembaca tertahan, saking serunya alur cerita yang dibuat…