Ketika Saya Menulis

Ada banyak hal yang membuat saya terdorong untuk menulis.

Pertama, dari kecil saya memang senang sekali menulis.

Bahkan saya dan teman segenk (halah segenk :D masih pada krucil juga :D), sempat membuat 'buku' yang isinya adalah cerita yang kita karang sendiri. Istilahnya buku Trio. Karena waktu itu kita menulisnya bertiga.
Tentunya isinya jauh dari tata cara menulis novel yang baik dan benar, wong masih SD, hehehe.

Selain buku Trio,

1-7-09 ~ 26-02-16

Saya mengawali tulisan ini dengan menghembuskan nafas berkali-kali. Bukan, bukan karena saya merasa keberatan. Melainkan hanya ingin menenangkan diri sendiri, karena biasanya saya baper luar biasa. Hahaha. Buktinya, sejak dua hari yang lalu setiap saya pamit, pasti reumbay. Padahal belum tentu juga yang saya pamitin merasa kehilangan saya, eh. Hehehehe.

But. It’s oke.

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...