Langsung ke konten utama

3 Siasat Agar Tak Lagi Bilang "I Hate Monday"

Weekend itu memang selalu ditunggu. Apalagi selama lima atau enam hari berturut-turut dengan rutinitas yang padat.
Tentu, ketika weekend usai, kita akan bertemu lagi dengan hari Senin. Yeah :)

Dan biasanya, ada saja keluhan kita saat menghadapi hari senin. Sampai-sampai I Hate Monday, begitu terngiang-ngiang di pikiran kita.

Nah, bagaimana menyiasatinya agar kita bebas dari ucapan " I Hate Monday" ?


1. Tengoklah Ke Samping     


Mengapa harus menengok ke samping, ke kanan kiri, ke sekitar? Karena, ketika kamu membenci hari senin, ada banyak orang di sekitarmu, yang justeru menginginkan pekerjaan atau rutinitas kerjamu.

Bersyukurlah ketika kita bertemu lagi dengan hari senin walau segudang apapun pekerjaan yang menunggu. Karena, ketika dituntut untuk berjibaku dengan pekerjaan, di samping kita, di sekitar kita, justeru masih banyak yang berjibaku mencari pekerjaan.

2. Tengoklah ke bawah


Mengapa harus menengok ke bawah? Ya, karena ketika mengatakan 'I hate monday!' ada banyak 'orang' yang sudah terkubur di bawah sana, yang barangkali menginginkan hidup kembali, karena menyesal telah menyia-nyiakan hari ketika masih di atas bumi.

Maka, bersyukurlah.

3. Jadilah Pekerja Kreatif


Bila memang masih belum bisa menerima hari senin dengan lapang dada, karena tuntutan pekerjaan di sebuah lembaga, entah swasta atau pemerintahan, maka jadilah pekerja kreatif.

Pekerja kreatif? Ya, berhentilah jadi pegawai lalu jadilah pengusaha, pebisnis, atau freelancer, atau apapun itu yang tak tergantung dengan jawal hari kerja yang monoton.

Karena, bagi pekerja kreatif, setiap hari itu sama saja. Bahkan para pekerja kreatif bisa memilih sendiri hari libur dan aktif dengan suka-suka, sesuai bidang masing-masing tentunya.

Tidak usah takut tak kebagian rezeki. Wong sudah diatur Allah, koq. Tinggal kitanya saja yang kudu memaksimalkan ikhtiar. *ini nasehat buat diri sendiri sih sebenarnya :)*

Kalau sudah sanggup menjalankan poin ketiga, maka selamat! Anda sudah sepenuhnya bisa 'mengganti-ganti' hari weekend atau weekday Anda.

Nah, bila belum sanggup memenuhi poin tiga, enggak masalah, tinggal sering-seringlah melakukan poin satu dan dua.

Bagaimana? :)


Sumber gambar: dari sini


Salam,

Djayanti Nakhla Andonesi
@Baiti Jannati


Komentar

  1. setuju semua nih dengan 3 tips kerennya. Bener banget.. kita harus bersyukur ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, makasih udah mampir di blog akuh 😘

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai