Langsung ke konten utama

Peringatan Hijab Sedunia



Latar belakang

04 September 2002, dengan kebijakan yang tidak bijaknya, pemerintah Perancis melarang muslimah mengenakan hijab di sekolah maupun universitas. Bahkan polisi sampai menjegat para muslimah saat hendak ke sekolah atau ke universitas yang memakai jilbab. Dengan tujuan agar para muslimah segera menanggalkan hijab yang mereka pakai.

Hal itu menyulut kaum muslim dan -tentu saja- muslimah di berbagai belahan dunia untuk memprotes dan mengecam kebijakan tersebut. Aksi penolakan kebijakan tersebut di lakukan oleh tak kurang dari 35 negara yang mengatasnamakan kebebasan dalam berkeyakinan. Seminoritas apapun pemeluknya.Ya, karena hijab berkaitan dengan keyakinan sekaligus akidah yang tak bisa dilecehkan oleh siapapun, sekalipun penguasa tertinggi di dunia.

Akhirnya, setelah dua tahun kecaman bertubi-tubi dilemparkan kepada pemerintah Perancis, tanggal 4 September 2004, diselenggarakanlah sebuah Konferensi London untuk menengahi masalah tersebut. Konferensi tersebut dihadiri oleh 300 delegasi dari 102 Organisasi Internasional, termasuk di antaranya hadir Syeikh Yusuf Al Qardawi dan Prof. Tariq R.

Hasil Konferensi tersebut antara lain :
1.  Menetapkan dukungan terhadap Jilbab
2.  Menetapkan 4 September sebagai hari Solidaritas jilbab Internasional (IHSD)
3   Rencana Aksi untuk tetap membela hak wanita Muslim mempertahankan busana takwa mereka.


Namun, kebahagiaan dari hasil Konferensi tersebut ternyata tidak dirasakan oleh Marwa El-Sherbini, seorang martir muslimah keturunan Mesir, berusia 31 tahun yang dibunuh pada tanggal 01 Juli 2009 (bertepatan dengan hari pertama saya bekerja di sebuah Perusahaan).
Marwa, muslimah hebat nan luar biasa itu, mati syahid bersama anak yang ada dalam kandungannya, di dalam gedung pengadilan Dresden, Jerman. Marwa, ditikam sebanyak 18 kali tusukan oleh seorang rasis-islamofobik keturunan Rusia bernama Axel W, hanya karena menuntut keadilan sebagai warga negara dan menuntut hak asasinya sebagai seorang muslimah. (Semoga Allah menempatkan Marwa di SurgaNya. Aamiin.)

Sehingga, selain tanggal 4 September, tanggal 01 Juli pun banyak yang memperingatinya sebagai hari Hijab Internasional, untuk memberikan dedikasi yang penuh ta'zim pada saudari seiman kita, Marwa El Sherbini dan muslimah-muslimah lain di sekitar kita yang mungkin saja tidak terangkat ke media, namun punya kisah yang luar biasa dalam membela dan mempertahankan akidahnya sebagai seorang musimah. 


Harapan

Diadakannya peringatan Hari Hijab Sedunia ini tak lain adalah untuk menyadarkan kita, bahwa pentingnya mengambil hikmah di setiap kejadian. Apapun itu. Sehingga, kita bisa lebih banyak belajar dan instrospeksi diri.

Mungkin kita, khususnya saya pribadi, belumlah setangguh Marwa El Sherbini, ataupun muslimah-muslimah lain yang luarbiasa itu. Namun semoga, perjuangan mereka yakni saudara-saudari kita dalam mempertahankan akidah dan iman di dadanya, memberikan kita inspirasi dan motivasi perbaikan diri. Memperbaiki dalam dua hijab, hijab lahir maupun batin. Tak hanya menjilbabkan jasmani kita, namun juga menjilbabkan akhlak dan ruhani kita. Dengan tujuan hakiki, yakni Ilahi anta maksudli wa ridloka matlubi. (Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkaulah yang kutuju, dan hanya ridloMu lah yang kucari.)

Aamiin.


________________
referensi bacaan: 
- http://www.bersamadakwah.com/2012/09/hari-solidaritas-jilbab-internasional.html
- http://www.fahdisme.com/2012/09/hijab.html?showComment=1346729864411#c3583613838788429590
- http://blog.innomuslim.com/history-of-international-hijab-solidarity-day-ihsd/


gambar diambil dari sini: http://mubhar.files.wordpress.com/2009/03/kartun-jilbab3.jpg






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai