Kamboja


Pada kuncup bunga kamboja
dimana segala asa kutaruh disana

hingga lebur bersama bau tanah manusia, ke dalam bumi
sepi, jauh melangkahi sepinya dewata di malam nyepi

tak dengarkah kau?

derit-derit yang terisak parau

tidak, kau tidak perlu dengar
hambar

Ah!
Betapa pita suaraku kelu, tak bisa bergerak
tentang satu tanya yang terpasung;

Baik-baik saja kah?





-Djayanti Nakhla Andonesi-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel

‘Meledak!’ Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya ...