Langsung ke konten utama

Asmi_part1

"Kau terlihat lebih kurus sekarang.." Katanya pada seorang wanita yang baru beberapa menit sampai di beranda rumahnya.

"Baik-baik saja kah?" Tanyanya yang hanya dibalas senyum oleh tamu istimewanya itu.
Mereka beranjak menuju kursi, lalu duduk di kursi rotan yang masih sama seperti saat wanita itu pergi beberapa bulan lalu.


"Aku baik-baik saja koq, Bang." Jawab wanita itu akhirnya sambil meletakkan tas yang cukup besar di lantai kayu rumah itu.

"Ibu mana, Bang?" Tanya wanita itu cepat.
"Sedang ke rumah Wa Ihsan, katanya sih cuma sebentar." Jawab Adrian, orang yang dipanggil Bang sedari tadi itu.

"Oh.." Jawab wanita itu pendek. Lalu mengedarkan pandangannya ke seantero beranda. Dan tersenyum. Ia merasa kerinduannya tertunaikan, karena sudah sejak lama ia ingin pulang ke rumah ini.

"Sebentar, Abang panggilkan Istri Abang dulu, dia masih nyuci dibelakang" Adrian, laki-laki berwajah gembal itu bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam rumah.

"Mi...., kemana saja ai kamu....?? Teteh kangen pisan...." Ucap seorang wanita berusia tigapuluh-an sambil membawa secangkir gelas, dan setoples kue Semprong. Lalu meletakkannya di atas meja kayu.

"Sama teh, aku juga kangen..." Dia tersenyum, bangkit, mencium tangan Kakak ipar sepupu perempuannya itu.
"Iya... katanya sampe kebawa mimpi lhooh...tetehmu ini pengen ketemu sama kamu..." Ujar Adrian yang mengamati mereka dengan bangga.
"Iya... Maaf ya.. Teh Uci... Asmi baru kesini....soalnya baru ada waktu buat istirahat... hehehe" Ucapnya setelah memeluk dan mengelus perut Uci, istri Adiran. Ya, Uci memang sedang mengandung. Kira-kira usianya baru 5 bulan.

"Sendirian kesini nya?" Tanya Uci, ketika mereka kembali duduk.
Asmi mengangguk. "Biasanya kan juga sendirian, teh.." Ia tergelak sendiri.

Uci dan Adrian berpandangan, penuh iba.

"Ih... kenapa sih, pada kayak gitu bertatapannya? Aneh!" Tanya Asmi tanpa memerlukan jawaban.

"Kuliah lancar?" Tanya Uci kemudian. "Ahaha. dilancar-lancarin aja teh.. hehehe" Asmi mulai ngocol.

"Masih kerja di Yayasan itu?" Adrian kini yang bertanya.
"Masih.." Jawab Asmi sambil menarik satu semprong dari toples.

Uci dan Adrian bertatapan lagi. Asmi ngeh maksud tatapan aneh mereka itu.
"Hm.... tenang aja Bang, Teh.. Everything is gonna be Oreg! eh, Allright. krakks". Jawab Asmi sambil giginya aktif merampungkan kuenya. Ah, pasti mereka masih menghawatirkan nasib batinnya. Bisik Asmi dalam hati.

"Oia... ini ada undangan." Kue semprong dimulutnya sudah tertelan semua dengan selamat.
 Asmi mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Sebuah Kertas unik bermotif cokelat penuh hiasan. Indah sekali.
Lalu Asmi memberikannya pada Adrian.
Sudah bisa ditebak itu apa, Surat undangan.
Pernikahan?
Adrian tercenung, kemudian menatap istrinya, membuat Uci penasaran ingin melihat undangan siapa gerangan. Kini surat itu ada di tangan Uci, Uci sama tercenungnya.

Adrian menatap Uci, Uci menatap Asmi. Asmi? Ia sedang menatap langit senja yang terlihat indah dari beranda itu.
Tapi tatapan Asmi kosong.

Adrian menelan ludah, Uci menaruh kertas itu diatas meja.

*** bersambung ah, cape ngetiknya, haha -Djayanti Nakhla Andonesi***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai