Langsung ke konten utama

contoh orang yang mengaplikasikan petuah Rosul : be uswatun hasanah, please!

"Dalam pendidikan, pada jenjang apapun, contoh hidup menjadi hal yang paling penting.

Kita tidak usah banyak ngomong, tidak usah gembar-gembor, tidak usah menyuruh anak membuat semboyan atau yel-yel, atau membuat maklumat lalu ditempelkan di mana-mana dan setiap pagi di ucapkan.
Apa arti semua itu, kalau yang tua tidak memberikan contoh?


Contoh tidak hanya diberikan kepada mereka yang masih kanak-kanak, tetapi terus diberikan seiring dengan perkembangan usia dan jiwa anak.

Selama contoh itu hilang dari pendidikan, jangan harap akan diperoleh manusia yang diharapkan."

Ujar Liem Khing Nio, 90 tahun, yang hingga kini masih aktif mengajar.



http://www.muri.org/index.php?news_id=1714&start=90&category_id=&parent_id=&arcyear=&arcmonth=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Kapal Telah Berlayar ke Samudera

Biarkan jiwamu dan jiwaku menyatu
Kita menari riang di atas cinta yang syahdu
Biarkan bahagia ini terus dijaga di dalam kalbu
Karena Allah telah menghalalkan engkau untukku, dan aku untukmu
~Djayanti Nakhla Andonesi~

Menjadi mempelai wanita dan pria, dalam satu kursi pelaminan yang sama, dalam ijab dan kabul yang menggema hingga ke langit-Nya, adalah naluri sekaligus dambaan seluruh insan yang nalar pikirnya masih terjaga.

Karena, cinta dan nafsu adalah dua hal yang tak sama namun tipis sekali bedanya. Maka cinta yang sebenarnya, adalah yang mendahulukan petunjuk-Nya, ketimbang bujukan mantan penghuni surga yakni syaithon namanya.

Bukanlah cinta, bila seorang insan mencumbu yang bukan mahramnya. Bukanlah sayang bila insan memadu kasih sebelum halal menggenapinya. Karena cinta yang sebenernya, akan lebih dulu mengikuti panduan Yang Maha Memiliki Cinta.

Maka berbahagialah. Bila insan