Langsung ke konten utama

Selarik Asa Untuk Panglima


Sesak hati kami dikepung kabut asap
Penguasa bertopeng malaikat membuat dada pengap
Mata kami buram: silau pencitraan seolah cahaya itu nyata
Semakin sesak rasanya dada: itu hanya ilusi semata



Lelah kaki kami berjalan
Menyusuri pantai keadilan
Entah di mana ia digadaikan
Entah di mana ia ditinggalkan

Tapi kami terus berjalan
meski jiwa kami terus dihantam pengkhianatan

Tapi kami terus mencari
walau dahaga mencekik diri
walau terkelupas telapak kaki
walau tercabik-cabik perasaan kami
demi tetap hidupnya sebuah nurani

Tak peduli walau harus menembus padang tandus
Kami tautkan hati pada Yang Maha Qudus

Badai pun menghempaskan kami
Begitu jauh sampai denyut ini nyaris mati

Namun ditengah perseteruan antara kami
Akhirnya kami mencoba untuk menepi
Tak menyangka di hadapan kami
Ada oase indah yang lama dinanti, yang kami rindukan dalam doa tiada henti

Panglima Gatot Nurmantyo, terima kasih telah menjadi oase di tengah tandusnya kepercayaan kami
Kini asa membuncah lagi, kau pantik kembali: keimanan-ketulusan-pengabdian sejati
Semoga selarik asa ini tiada pernah mati
Dan doa kami dipeluk Pemilik Bumi:
Ya Robbi... selalulah rahmati... ridhoi... berkahi panglima Gatot Nurmantyo kami

source fhoto: IG @generalgatot


Dari Seorang Bumil: Djayanti Nakhla Andonesi
9-11-16 di Bumi Pertiwi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai