Sabtu, 05 November 2016

Ketika Penyanyi Kehilangan Pemimpin Yang Dicintainya Di Negara Antah Berantah

Di sebuah negara antah berantah, para penyanyi dari seluruh mancanegara mendadak berkumpul, kabarnya mereka mencari seseorang

Ayu ting tong yang sudah lebih awal berkiprah di bidang pencarian tiba2 menangis.

~kemana... kemana... kemana... ku haruuuus mencariii kemanaaa... presiden tercintaaa tak muncul wujudnyaaaa saatku ingin menemuinyaaaaa ~


Ayu ting tong tersedu sedan. Ternyata harapan yang diterimanya palsu... harapan palsu.

Lalu beredar berita, yg dicari ternyata sedang berada nun jauh di atas bulan, sedang mengecek proyek pembuatan jembatan antara bulan dan bumi.

Kali ini Judiko nyaut dengan suara parau

~ pernahkah kau merasaa? jarak antara kita kini semakin terasaaa? Setelah kau kenal diaaaa.
Aku tiadaaa percayaaaa, teganyaaa kau tinggalkaaaaan, indahnya aksi damai iniii.. yang tak ingin kuakhirii... kau pergiiiiii tinggalkankuuuu...

Tak pernah kau sadariii aku lah yang kau sakitiiii engkau pergi dengan janjimu yng telah kau ingkariii...
Oh Tuhan tolonglah akuuu, aku pun ingin bahagia walau tak bersama diaaaaaaaa ~ uwoooooowoooo

Citacitatoh yg mengetahui kabar orang yang dicintainya tak ada di tempat langsung menyeru:

~ teganyaaaa hatimu permainkan cintaku, sadis caramu mengkhianati aku, sakitnya hatiku, hancurnya jiwaku, di belakangku... kau pergi dariku

Sakiit, sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku ~

wakil pres menenangkan... namun semuanya hanya ingin bertemu dengan presiden...

Wakil presiden negeri antah berantah itu pun sebel karena penyanyi2 itu masih terus bertahan ingin bertemu dengan orang yang dicari. Lagi sebel2nya tiba2 ada yang miscalled padanya.

Ternyata presidennya.

Wapres nyeletuk :
~ kamu calling2, aku lagi pusing, kamu miscalled aku, aku lagi dongkol, please deh kamu sudah, sudah enggak penting.. sudah bau guliiing~

Karena tak diangkat oleh wapres, eeeh malah diangkat telponnya sama jenita kepencet:

Pres tidak tahu kalau yg mengangkat adalah jenita kepencet, Pres terus saja bicara ini itu, katakan maaf pada mereka.. katakan ini katakan itu..

Jennita kepencet langsung berdeham lalu bilang:

~ Please deh aku jenuh, dengan omongmu, please deh aku jenuh..
Ku jenuh mendengar suaramu.. aku jenuh dengan celotehmu...
Jungkir balik ku mencintaimu.. tiada lagi maaf bagimuuuuuuu ~

telpon ditutup.

Berdering lagi.

~ direject, di reject ajaaaa.. pemimpin yang tak setiaa tak usah ditanggepin, di maafin malah nyakitiiin...
Janganlah bertaruh kau hubungi aku, ku tabutuh suara palsumuu ~

Hp wapres kemudian dilemparkan Jennita kepencet.

Sebagian penyanyi pulang setelah mendengar keputusan wapres.

Sheila on Soleh pun berujar:
~ akuuuu pulaaaaaang, tanpa proteeees, ku terimaaaa, keputuuuusanmu ~

Namun, ternyata Peter Pam belum mau pulang. Dia masih sangat membutuhkan kehadiran presiden. Mereka menunggu dengan tertib.

~ bila rindu ini masih milikmu... harus berapa lamaaaa, aku menunggumu... harus berapa lamaaaa, aku menunggumu... ~

Ketika ditanya wartawan mengapa mereka masih menunggu.. Pink menjawab berharap didengar presiden yang telah melukai hatinya

~ Just give me a reason just a little bit enough just a secon we'arent broken, just bent, and we can learn to love agaiiiin ~

Tiba2 oknum yang bernama grandong membuat kegaduhan... para penyanyi kaget dan berteriak:

~ Kami tidak pernah mengundang tangan kanan Mak Lampir ituuuu! ~

Melihat kegaduhan itu wartawan mainstream girang "Horeeeeeee! akhirnya ada bahan berita yg bisa kami sebarkan dengan sedikit tambahan racun"

Mak Lampir cekikikan di atas gunung sana.

Para pawang keamanan berusaha menenangkan... akhirnya mereka pun tenang setelah Neo  membacakan shalawat...

"Allahumma shalli 'alaa muhammad"


Tidak ada angin tidak ada hujan, prediksi para penyanyi akan basah kuyup meleset.
Akhirnya presiden muncul. Dihadapan kamera. Mungkin beliau pikir ini sedang shooting sinetron Boy Anak Jalanin.

Dengan didampingi para punggawanya.
Beliau berterima kasih namun setelah itu beliau menyesalkan adanya kegandrongan yang terjadi.

Kemudian punggawanya menjelaskan, sebenarnya presiden ingin menemui mereka, tapi perjalanan dari bulan ke bumi macet.

"Apa? Enggak punya alesan yang lebih keren lagi apa? Kan situ presiden, masa orang2 enggak mau minggir kalau presiden lewat! Aaah enggak niat ketemu aja itu mah" ujar Mukidos yang biasa ramah kini sewot.

Semua yang menyaksikan dan mengetahui alasan orang yang dicintainya itu, menangis sedih.

Bersama Jet, mereka menyanyi bersama mengomentari pidato dan alasan presiden negeri antah berantah yang dulunya sangat mereka cintai itu:

Take my photo off the wall

If it just won't sing for you

'Cause all that's left has gone away

And there's nothing there for you to prove

Oh, look what you've done

You've made a fool of everyone

Oh well, it seems likes such fun

Until you lose what you had won

Give me back my point of view

'Cause I just can't think for you

I can hardly hear you say

What should I do, well you choose


Oh, look what you've done

You've made a fool of everyone

Oh well, it seems likes such fun

Until you lose what you had won


~ the end ~

Djayanti Nakhla Andonesi
Di sebuah negeri antah berantah yang pelan-pelan berubah menjadi negeri dongeng ...


2 komentar: