Langsung ke konten utama

Dari Rimba Afrika sampai Konstantinopel


‘Meledak!’

Satu kata yang paling mewakili isi buku ini, menurut saya. Eits, bukan isinya anarkis apalagi radikalis. Meledak yang saya maksud di sini adalah,
bahwa semangat perbaikan diri yang ditularkan oleh penulis yang bernama Adenata –yang lahir di Surakarta pada 36 tahun lalu--  ini benar-benar powerful. Semangat penulis begitu meledak-ledak, hingga terasa semangatnya pada si pembaca seperti saya.

Dimulai dari puisi yang berjudul ‘Berlari di Riuh Kehidupan’ yang diambil dari puisi tradisional Rimba Afrika ini, penulis yang menjadi salah satu alumni Sastra Inggris IAIN Surakarta itu sukses membuat pembaca tersadar dari kelalaian yang selama ini mungkin telah dengan sadar ataupun tidak sadar dilakukan.

Di buku berjudul “LETS MOVE UP’ yang juga di’kawal’ oleh editor Ayu Wulan ini, penulis Adenata mengupas banyak hal yang mampu membuat kita lebih dekat dengan cita-cita dan kesuksesan.

“Sejatinya, hidup adalah sebuah perlombaan. Perlombaan antara kebaikan dan keburukan. Pilihannya ada dua, menjadi pemenang atau pecundang. Hidup kita tergantung pada pilihan kita. Sukses atau gagal. Sebuah pilihan tentunya diiringi dengan ikhtiar dan berserah diri kepada Sang Maha Pencipta segalanya.” (halaman 7)

Pemenang sejati tidak dilihat dari hasil semata, namun dari segala proses yang dia tempuh dengan segala daya yang dimiliki (masih di halaman 7)

Yang menjadikan dirimu pemenang atau pecundang adalah dirimu sendiri. Bukan orang lain. (halaman 8)

Baru membaca lembaran awal saja saya sudah merasa ‘ditampol’, hehehe. Iya, memang benar. Kadang kita sering terpengaruh dengan keadaan di luar diri kita. 

Misal, kita menjadi tidak produktif karena keadaan atau akibat interaksi dengan orang lain. Maka keadaan atau orang lainlah yang kita salahkan, padahal kita sendiri yang belum bisa mengatur waktu dan pola hidup dengan baik.

Karena Sukses itu butuh Nyali


Itu adalah tagline dari judul buku ini yang memang menyiratkan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Ya, karena memang dalam buku ini, ada banyak pesan yang bisa melejitkan potensi dan memompa nyali kita untuk lebih berani lagi menggapai kesuksesan kita. Nyali ternyata sangat penting. Bahkan menjadi salah satu modal dasar bagi siapapun yang ingin sukses. 

Jika sukses memang diawali dari mimpi, maka nyali adalah hal pertama yang menjadi elemen dari mimpi itu sendiri. Bukankah di dunia ini ada banyak orang yang punya mimpi? Tapi apakah semuanya punya nyali untuk mewujudkannya?

Meski itu lebih baik, ketimbang dari orang yang bahkan bermimpi pun tidak berani! Alamak!

Untuk itulah buku ini hadir, agar kita semua berani bermimpi dan lebih berani lagi untuk mewujudkannya.

            “Ciptakan mimpimu sekarang juga. Biarkan mimpi itu mengendap di alam bawah sadarmu dan bertalu-talu di setiap tidurmu. Dia akan bertabuh pada setiap jagamu. Hngga di setiap jengkal aktivitasmu, dia tergerak menuju mimpi paling agung.” (halaman 18)

            Passion- Pilihan – Menciptakan Jalan bagi Kebiasaan Baik


Penulis yang juga pendiri Rumah Pelangi (sebuah iniasiasi gerakan seni dan sastra dari kampung untuk Indonesia) ini benar-benar mengupas tentang perlunya kita mengenali dan mengembangkan Passion kita, perlunya mengikuti kata hati di setiap pilihan yang tersedia dalam hidup kita. 

Pun betapa pentingnya kita senantiasa menciptakan jalan bagi kebiasaan baik. Dan urgensi memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana penulis yang begitu detail memaparkan perhitungan waktu dalam sub-bab “Yuk, mengitung Waktu”

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Nabi Muhammad Saw., bahwa beliau bersabda,”orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah Swt.(HR. At-Tirmidzi)

Serta masih banyak lagi, energi positif lain yang tersaji dalam buku setebal 144 halaman ini.

Kisah inspiratif


            Ada banyak kisah inspiratif yang diselipkan dalam buku ini. Seperti kisah Umar bin Abdul Aziz yang jiwanya dipenuhi cita-cita mulia, Phil Hansen yang kreatif mengubah kekurangannya menjadi sebuah karya yang eksentrik, Theodor Seuss Geisel yang berani beda dalam hal positif, John Goddard, Sabar Gorky, Habibie Afsyah yang ketiganya berhasil mendobrak keterbatasan masing-masing dengan hal produktif dan karya yang mengagumkan, sampai Muhammad Al-Fatih yang berhasil menaklukan konstantinopel. 

Yang kesemuanya itu akan lebih afdol dicerna bila kita langsung membaca buku ini. Hehehe. Benar-benar berkesan! 

Kekurangan


Hampir tidak ada saya rasa, kecuali di halaman 129. Dimana awalnya penulis menekankan bahwa kita tidak boleh tergoda dengan jalan lain yang ada di depan mata kita. 

Sementara di paragraf selanjutnya, penulis mengatakan bahwa konsisten bukan berarti kaku terhadap perkembangan yang ada.

Jadi menurut hemat saya, paragraph paling atas yang ada di halaman 129 sebaiknya dihilangkan saja, agar tidak mengaburkan maksud dari Konsisten yang penulis maksud. Yakni. Maksud konsistennya adalah pada MIMPI yang diinginkan.

Kelebihan


Buku yang dikemas dengan cover yang menarik ini, isinya sangat berbobot. Tulisannya pun sistematis. Dan kabar gembiranya, bahasanya mudah dicerna dan sangat powerful.

Bagi saya pribadi, buku ini banyak sekali membuka wawasan yang sebelumnya saya tidak pernah mendengarnya. Dan saya tidak bosan membacanya! Luar biasa. Buku ini kecil bentuknya, namun besar manfaatnya.

Cocok dibaca untuk siapa saja. Dari kaula muda, sampai kaula sepuh. Apalagi bagi kaula muda, hm… tak boleh melewatkan bacaan bergizi ini. Saya saja menyesal, mengapa baru sekarang membaca buku ini? 

Mengapa tidak dari dulu, hehehe. Jadi, sebelum Anda menyesal seperti saya, segeralah baca buku berfaedah luar biasa ini. Rasakan sensasi dan perubahan diri yang lebih baik bila dipraktikan setelahnya!



koleksi pribadi



Judul buku : LET’S MOVE UP
Penulis : Adenata
Tebal buku : 144 halaman
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tahun terbit :  2014
ISBN : 978-602-1614-17-4

Salam, 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …