Langsung ke konten utama

Momen Indah saat Lebaran Idul FItri


Ada banyak momen yang indah pada saat lebaran. Sebagai mana yang dialami oleh muslim umumnya. Dan beberapa di bawah ini adalah momen terindah yang saya alami.

Momen terindah saat lebaran adalah
saat dimana saya mendapati tangan-tangan orang yang saya sayangi, khususnya suami dan orangtua untuk saya kecup penuh takzim, mendapati kehadiran mereka yang Allah anugerahkan kepada saya, saling memandang penuh kasih sayang dan ucapan tulus penuh permohonan maaf, berharap di hari yang fitri tersebut mampu membuat kedamaian dalam menyongsong hari selanjutnya.

Juga saat dimana kami berkumpul dengan sanak family lainnya, pun dengan kerabat dan kawan-kawan, saling bertukar senyum dan doa yang baik, serta kerendahan hati untuk saling memaafkan atas apa yang telah dilalui di hari belakang.

Karena memang pada dasarnya, manusia adalah tempat salah dan khilaf, memang sih ada baiknya tidak hanya lebaran saja kita minta maaf, namun momen lebaran biasanya digunakan untuk ‘terang-terangan’ dan ‘berjama’ah’ melakukan prilaku yang saat disukai Allah ini, yakni saling maaf-memaafkan. Namun, dengan catatan, yang TULUS. Hehehe.

Momen terindah lebaran lainnya selain menikmati hidangan lebaran seperti ketupat, opor dan kawan-kawannya, bagi saya adalah saat berkumpul kembali dengan sanak family dengan penuh kehangatan itu sendiri.

Karena, enggak bisa dipungkiri, kebersamaan dengan keluarga besar biasanya jarang terjadi kalau bukan acara besar, dan biasanya pas momen lebaran lah akhirnya bisa berkumpul semua. Selain karena waktunya yang cukup panjang, maksudnya biasanya kalau lebaran kan libur dari rutinitas kerja atau sekolahnya kan lama, jadi punya cukup waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Bahkan ada yang mesti mendaki gunung lewati lembah, jauh-jauh kembali dari perantauan, hanya untuk bertemu dengan orang-orang tersayang di kampung halaman.

By the way, karena segala sesuatu dinilai dari niatnya, semoga niat pulang kampung juga untuk mencari ridho Allah swt. Bukan niat yang lain seperti pamer hasil di perantauan selama ini. Kenapa menurut saya ini penting untuk ditulis? Karena terkadang, ada yang kepeleset mengartikan momen lebaran dengan momen riya, entah me-riya-kan kendaraan, perhiasan, pakaian, whatever. Insya Allah, semoga kita terhindar dari sifat riya yang demikian. Aamiin.  

Dan satu lagi momen lebaran yang menurut saya indah, adalah karena momen lebaran kemarin saya merayakannya bersama dengan kedua buah hati saya. Karena di momen lebaran ini, kedua buah hati saya belajar bersosialisasi dengan orang banyak, khususnya belajar untuk saling maaf memaafkan.

Emang sih, kedua bocil saya belum paham benar tentang ini, tapi semoga kelak mereka paham, bahwa di dunia ini ada banyak sekali hal yang mesti disyukuri, salah satunya adalah momen lebaran yang ada di Indonesia ini. Karena, kalau pun kelak mereka going to around the world, budaya lebaran Indonesia akan tetap berkesan. Dan yang paling penting adalah semoga mereka kelak bisa meluangkan waktu lebarannya bersama dengan kami, orangtuanya. Aamiin.

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Kapal Telah Berlayar ke Samudera

Biarkan jiwamu dan jiwaku menyatu
Kita menari riang di atas cinta yang syahdu
Biarkan bahagia ini terus dijaga di dalam kalbu
Karena Allah telah menghalalkan engkau untukku, dan aku untukmu
~Djayanti Nakhla Andonesi~

Menjadi mempelai wanita dan pria, dalam satu kursi pelaminan yang sama, dalam ijab dan kabul yang menggema hingga ke langit-Nya, adalah naluri sekaligus dambaan seluruh insan yang nalar pikirnya masih terjaga.

Karena, cinta dan nafsu adalah dua hal yang tak sama namun tipis sekali bedanya. Maka cinta yang sebenarnya, adalah yang mendahulukan petunjuk-Nya, ketimbang bujukan mantan penghuni surga yakni syaithon namanya.

Bukanlah cinta, bila seorang insan mencumbu yang bukan mahramnya. Bukanlah sayang bila insan memadu kasih sebelum halal menggenapinya. Karena cinta yang sebenernya, akan lebih dulu mengikuti panduan Yang Maha Memiliki Cinta.

Maka berbahagialah. Bila insan