Langsung ke konten utama

4 Harapan di Empat tahunnya Caca


Alhamdulillah, hari ini Caca menginjak usia 4 tahun. Enggak berasa emang kayaknya. Hehehe.
Masih inget banget deh, waktu itu jam empat sore, suami belum pulang dari acara kemping di sekolah, saya ngerasain kontraksi di rumah. Awalnya keluar flek, terus koq makin mules-mules gimana gitu, kayak cewek yang mau datang bulan haid, mulesnya lebih nyelekit tapi.


Alhamdulillah, suami langsung bergegas pulang karena emang acara kempingnya udah selesai. Dan suami langsung bawa saya ke rumah sakit rujukan pabrik, waktu itu saya masih anak pabrik hehehe.
Yang lucu ketika di perjalanan. Kan emang momen selebrasi tujuh belasan belum usai di beberapa daerah, termasuk di daerah Sadamalun, yang notabene jalan tercepat untuk kami sampai ke rumah sakit rujukan.

Nah, di gang Sadamalun itu awalnya diportal, karena jalannya masih digunakan untuk kegiatan tujuh belasan, padahal udah tanggal 23 agustus, tetep aja nama kegiatannya tujuh belasan. Oh, oke, mungkin bisa diberi judul, tujuh belasan yang tertunda, hahaha.

Beberapa kendaraan yang ada di depan motor kami dilarang lewat. Tapi, karena kami juga buru-buru, suami saya berseru “ini istri saya mau lahiran!”

Orang-orang yang sepertinya panitia kegiatan, langsung menyahut “bere jalan, bere jalan woy!”
Portal pun dibuka oleh pihak panitia jalanan. Dan beberapa pengendara motor di belakang kami yang sigap melihat peluang, langsung ikut tancap gas sebelum jalanan ditutup kembali, hehehe. Alhamdulillah, bumil bisa lewat. Ya masa enggak boleh lewat? Kalau brojol disitu pegimane? Pan ngeriii, hihihi, na’udzubillah.

Alhamdulillah, kami tiba di rumah sakit sekitar pukul setengah lima, langsung dicek oleh bidan jaga. Kata bidannya saat itu masih pembukaan satu. Dan kami disarankan untuk pulang saja terlebih dahulu.

Tapi, mungkin karena feeling dan pertimbangan lainnya, saya lebih memilih untuk tetap stay di rumah sakit. Dan ternyata alhamdulillah, setelah mengalami perjuangan melahirkan yang ternyata tak mudah (I Love you MAMA!), anak pertama kami lahir 12 jam setelah pembukaan pertama, its mean, waktu subuh!

Masa-masa melahirkan ternyata adalah masa-masa dimana segala macam perasaan campur aduk. Karena mules dan nyerinya itu masya Allah. Pantesan aja kalau ibu melahirkan itu, dihitungnya jihad. Jadi, bagi yang sekarang sedang hamil, semangat terus ya! Semoga Allah memberikan pahala yang tak berkesudahan untuk setiap keikhlasan yang diperjuangkan.

By the way, saya enggak bisa membayangkan, gimana repotnya kalau saya memilih pulang dulu seperti saran bidan, hehehe.

Dan, hari ini tak terasa sudah empat tahun sudah momen tak terlupakan itu terjadi. Di 4 tahunnya teteh Caca, Mami punya 4 hal yang ingin Mami sampaikan, yang suatu saat bisa Teteh baca kapanpun, bahkan ketika Teteh sudah dewasa, insya Allah.

  • Semoga Teteh Caca selalu diberikan kesehatan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.
  • Menjadi Kakak yang mengayomi Adik-adiknya kelak. Rukun, solid dengan saudara.
  • Tumbuh lah menjadi wanita yang tangguh, sholeha, dan fair, dan keep humble.
  • Dan semoga bisa jadi anak sekaligus wanita yang sholeha, whenever you are. Aamiin.


Hasil gambar untuk balon love
Credit fhoto from here

Kita semua sayang Teteh Caca, <3
Mami Djayanti Nakhla Andonesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Kapal Telah Berlayar ke Samudera

Biarkan jiwamu dan jiwaku menyatu
Kita menari riang di atas cinta yang syahdu
Biarkan bahagia ini terus dijaga di dalam kalbu
Karena Allah telah menghalalkan engkau untukku, dan aku untukmu
~Djayanti Nakhla Andonesi~

Menjadi mempelai wanita dan pria, dalam satu kursi pelaminan yang sama, dalam ijab dan kabul yang menggema hingga ke langit-Nya, adalah naluri sekaligus dambaan seluruh insan yang nalar pikirnya masih terjaga.

Karena, cinta dan nafsu adalah dua hal yang tak sama namun tipis sekali bedanya. Maka cinta yang sebenarnya, adalah yang mendahulukan petunjuk-Nya, ketimbang bujukan mantan penghuni surga yakni syaithon namanya.

Bukanlah cinta, bila seorang insan mencumbu yang bukan mahramnya. Bukanlah sayang bila insan memadu kasih sebelum halal menggenapinya. Karena cinta yang sebenernya, akan lebih dulu mengikuti panduan Yang Maha Memiliki Cinta.

Maka berbahagialah. Bila insan