Langsung ke konten utama

Jangan-jangan Samakan :D *

Kau tahu, bahwa kita sebagai manusia, dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Tak mungkin ada orang yang persis sama, bahkan kembar identik sekalipun. Silakan cek saja.
Dan
saya, walaubagaimana pun keadaan saya, selalu percaya diri sebagai diri saya sendiri.
Saya pun tak pernah ngotot untuk menyama-nyamakan orang lain. Karena, jujur saya sendiri tak pernah setuju disama-samakan dengan orang lain, hehe. Sekalipun,  misalnya, saya dibilang mirip Pretty Shinta, *pret banget iya  :D* atau ada yang bilang saya mirip Nabila Syakieb *kalau diliat dari ujung monas, pake sedotan es :p*, saya tetap tidak mau disamakan.
Jadi, ketika ada orang baru di komunitas (untuk tak terlalu menyebutnya pabrik, LoL) yang saya geluti, yang kemudian teman-teman (sebagian sih) heboh menyama-nyamakannya dengan saya atau menyama-nyamakan saya dengannya, saya tegas menolak kesamaan itu.
Saya lebih senang disebut seperti ibu saya. Atau saya lebih senang kalau ‘pengganti’ saya adalah anak saya, bukan orang lain.
Saya sangat menghormati perbedaan, jadi saya tak suka bila ada yang memaksakan seseorang harus sama dengan saya, atau saya harus sama dengan orang lain.
Saya percaya diri dengan diri saya sendiri (mudah-mudahan tidak overdosis rasa pede-nya :p ).
Saya bangga jadi diri saya sendiri, bukan jadi ‘plagiat’ orang lain.
See, stop menyama-nyamakan saya dengannya. #Eaaaaa😀
Demikian. So, guys… ‘selamilah’ dulu perasaan orang lain, sekalipun hal yang dianggap sepele, sebelum ngotot mengajukan pendapat yang berhubungan dengan orang lain itu.
^^
@Ruko sebuah Pempek
Jln. Niaga, Karawang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …