Langsung ke konten utama

Dua hal yang harus kamu tahu, Nak.

Di dua tahun usiamu ini, barangkali kau masih terlalu kecil untuk bisa membaca, namun izinkan mami mengutarakan sesuatu, yang suatu saat akan kau pahami, anakku sayang.

Fatimah Salsabila Azizah…


Tak terasa, dua tahun sudah kau tumbuh.

Terima kasih sayang, sudah hadir di kehidupan mami dan kami semua.

Terima kasih sayang, atas segala tingkah laku mu yang lucu, menggemaskan dan sesekali mengesalkan, hahaha.

Terima kasih sayang, dari mu, mami belajar untuk terus menyuburkan syukur. Karena, suatu saat kau akan tahu nak, bahwa syukur adalah daya tahan jiwa yang paling ampuh menghadapi dunia yang gaduh.

Terima kasih sayang, dari mu, mami belajar untuk terus memupuk sabar. Karena, suatu saat kau akan tahu nak, bahwa sabar itu imun yang paling penting bagi jiwa setelah syukur.

Terima kasih sayang, dari mu, mami tahu bahwa selalu ada pengorbanan untuk cinta. Dan suatu saat kau akan tahu, nak. Semua yang orangtuamu pernah lakukan tak lain adalah karena kami senantiasa terus belajar mencintaimu.

Terima kasih sayang, dari mu, mami menginsafi bahwa menjadi ibu meski tak mudah, adalah sebuah anugerah. Anugerah yang tak terhingga.

Dan maafkan sayang, atas ketidak sempurnaan cara yang orangtuamu lakukan, entah yang kami tahu ataupun tidak, ketika membimbingmu. Namun, suatu saat kau akan tahu nak, cinta kami padamu selalu sesempurna angka delapan. Tak putus.

Maafkan sayang, bila ada khilaf yang terselip saat kami mentarbiyahmu. Ingatkan saja kami kelak, jika suatu saat kau telah paham mana yang hak mana yang batil. Karena suatu saat kau pun akan tahu nak, bahwa orangtua pun perlu menerima nasihat dari anaknya. Tentu dengan cara yang ahsan ya sayang.

Dan di usiamu yang kedua tahun ini, ada dua hal sayang, yang harus kau tahu, anakku.

             Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat (bagi ummat)
-          Bahwa sebaik-baik perhiasan adalah wanita shaleha

Maka, doa mami dan papi untukmu, jadilah sebaik-baik keduanya, sayang. Aamiin.

Love you, nak.


<3


24-08-16, Rabu.
di 
Rumahku surgaku



Komentar

  1. Namanya bagus, Fatimah. Semoga seiring bertambah usianya Fatimah menjadi anak salihah dan diberi kebekahan hidup yang mampu menebar manfaat seperti pesan baginda Rasul. Setuju banget, hidup ini harus berpusar pada manfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Aamiin ya Allah, makasih doanya ya om belalang :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Kapal Telah Berlayar ke Samudera

Biarkan jiwamu dan jiwaku menyatu
Kita menari riang di atas cinta yang syahdu
Biarkan bahagia ini terus dijaga di dalam kalbu
Karena Allah telah menghalalkan engkau untukku, dan aku untukmu
~Djayanti Nakhla Andonesi~

Menjadi mempelai wanita dan pria, dalam satu kursi pelaminan yang sama, dalam ijab dan kabul yang menggema hingga ke langit-Nya, adalah naluri sekaligus dambaan seluruh insan yang nalar pikirnya masih terjaga.

Karena, cinta dan nafsu adalah dua hal yang tak sama namun tipis sekali bedanya. Maka cinta yang sebenarnya, adalah yang mendahulukan petunjuk-Nya, ketimbang bujukan mantan penghuni surga yakni syaithon namanya.

Bukanlah cinta, bila seorang insan mencumbu yang bukan mahramnya. Bukanlah sayang bila insan memadu kasih sebelum halal menggenapinya. Karena cinta yang sebenernya, akan lebih dulu mengikuti panduan Yang Maha Memiliki Cinta.

Maka berbahagialah. Bila insan