Langsung ke konten utama

Bukannya Ingin Terus Asik Sendiri, Percayalah Pasti Kutemukan Tambatan Hati

Catatan ini dipersembahkan untuk sahabat-sahabat yang masih berjuang mencari tambatan hati.

***

Musim kondangan telah tiba. Bukan saja kado atau doa yang akan ku persiapkan untuk mereka yang mengundangku ke pernikahannya. Lebih dari itu. Aku pun mempersiapkan mental.
Mental untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan mainstream. Seperti, kapan nikah?

Kadang aku mikir, koq pertanyaannya kurang kreatif sekali. Enggak ada pertanyaan lain apa? Misal
nanyain, kapan ke baitullah? Kapan bikin pesawat terbang kayak Habibie? Hehehe.

Ya, aku tahu. Sebenarnya pertanyaan kapan nikah itu adalah bentuk perhatian mereka padaku. Oke, terima kasih atas perhatiannya. Tapi, ya sekali-kali kalau nanya Kapan Nikah itu, sekalian bawain calonnya, gitu loh! Hehehe.

Oke, oke. Aku memang sendiri. Dan itu lebih baik untuk saat ini, daripada pacaran? Mending jadi JOSIP. Jomblo berprinsip. Ya, berprinsip untuk tidak pacaran lebih baik di mata agama, dari pada mempunyai pasangan yang belum halal. Prinsip untuk tidak pacaran sebelum menikah bagiku adalah harga mati. Aku memang bukan orang baik, tapi setidaknya aku tidak jatuh dua kali, sudah tidak baik, pacaran lagi!

"Jadi, kapan nyusul?" tanya temanku iseng.

"Besok kalau enggak hujan!" jawabku garing. Mereka tertawa. Aku ikut tertawa, meski dalam hati merana.

Dan ketika menyalami pengantin di pelaminan, aku berdoa, "Barokallahulakuma wa barokah 'alaikuma wajama'ah baina kuma fi khoir"

Pengantin tersenyum mengamini. Aku tersenyum.

Aku tahu, bila kita berdoa kebaikan untuk orang lain, maka malaikat akan mendoakan kebaikan yang sama pada kita. Maka, doa yang tadi kusebutkan, pasti mengundang perhatian malaikat agar turut mendoakanku.


"Sudah, jangan terlalu asik sendiri. Penyanyinya saja sekarang sudah menikah. Masa kamu belum?" tanya temanku yang lain, yang anaknya sudah dua.

"Iya, deh iya. By the way, kemarin ayam saya mati loh, masa kamu belum?" saya bertanya balik, spontan temanku menyikut lenganku.

"Hehehe, becanda,sob!"

Kemudian mereka berlalu. Namun pertanyaan itu masih bercokol di hatiku.

Lalu sahabatku, yang sedang berada dalam pelaminan itu, menghampiriku ketika tamu sedang sepi.

"Aku tahu, kau sudah tahu, bahwa menikah adalah jalan terbaik. Kalau belum menemukannya juga, teruslah berusaha. Berusaha untuk memperbaiki diri. Agar Allah juga memperbaiki jodohmu. Teruslah berdoa, agar kalian segera dipertemukan, di waktu yang tepat menurut-Nya. Tak usah tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak berkenan di hatimu. Karena, menikah memang bukan seperti balap karung. Namun, pesanku, tetaplah jaga hatimu, jaga izzahmu, agar kau tetap berada dalam jalan-Nya. Percayalah, Allah sudah mempersiapkannya, tinggal usaha dan doamu saja yang harus dimaksimalkan. Shalat wajib jangan telat, shalat malam jangan kelewat, perbanyak sedekah dan amalan sunat, tentu doa teruslah dipanjat. Rumus ini tak hanya dilakukan saat kau butuh jodoh saja ya, tapi sepanjang hidupmu, amalkanlah."

Hatiku rembes. Aku pikir dia akan meledekku seperti teman-teman yang lain.

"Ya, aku bukannya ingin terus asik sendiri koq, percayalah pasti kutemukan tambatan hati yang halal." jawabku mantap. Aku tahu, Allah Maha Mendengar.

"Terima kasih, ya doanya. Dan kalau bisa, carikan lah calon buatku, hahaha." Lanjutku kemudian, menepikan rasa haru.

Ya Allah, Engkau lebih tahu dari mereka, bahkan lebih tahu dari diriku sendiri. Bahwa sungguh tak ada niatan untuk tak menggenapkan agamamu atau tak  ingin mengikuti sunnah nabimu. Sunnguh aku ingin. Maka dari itu, pertemukanlah hamba dengan jodoh hamba yang terbaik menurut-Mu, segera, sesegera yang Engkau ridhoi. Aamiin


 
Song by : Kunto Aji



Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi 
@Baiti Jannati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …