Langsung ke konten utama

Tips khatam Quran Dengan Optimal


Membaca dan memahami Quran sungguh banyak keutamaan dan pahalanya. Terutama saat kita juga mampu mengamalkannya.

Di hari-hari biasa, membaca satu huruf Al Quran akan diberi ganjaran 10 pahala kebaikan.

Itu baru satu huruf. Bagaimana jika semakin banyak huruf yang dibaca? Tentu akan lebih banyak lagi kebaikan yang didapatkan insyaAllah.

Nah, apalagi di bulan suci Ramadhan ini, yang notabene semua amalan kebaikan akan dilipatgandakan.

Jadi, gaspol tilawahnya.

Bagi yang belum mahir membacanya, tetap semangat juga ya, karena akan tetap dapat pahala kebaikan, bila terus sambil berusaha belajar tahsin dan atau tajwidnya.

Teman-teman sudah punya target ingin khatam berapa kali bulan ini, kan?

Kalau belum, tentukanlah sekarang juga. Karena, jangan sampai kesempatan bulan suci ini berlalu dengan sia-sia. Apalagi enggak ada jaminan sama sekali kita bisa ketemu lagi dengan ramadhan tahun depan atau tidak.

Maka, saya termasuk orang yang belajar ingin memperbaiki. Ramadhan ini, harus lebih baik dari ramadhan tahun lalu.

Saya belajar dari ramadhan kemarin. Ramadhan kemarin saya lengah. Saya terlalu santuyyy. Saya merasa bisa khatam, minimal satu juz. Dan target demikian ternyata fatal bagi saya.

Karena dengan target yang minimalis itu, dan dengan berbagai tantangan yang ada, entah kenapa aksi saya malah jadi minimalis. Saya baru sadar ketika ramadhan sudah mau berakhir.

Dan saat itu saya nangis bombay. Kenapa saya begitu pelit untuk menetapkan target akhirat, yakni hanya 1 kali khatam saja. Lalu, saya merayu Allah, supaya tahun depan (berarti tahun ini) supaya saya diizinkan bertemu dan menjalankan ramadhan dengan baik dan khusuk.

Alhamdulillah Allah mengabulkan. Dan saya, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Apalagi, saya menerima kabar banyak yang telah berpulang ke rahmatullah. Saya jadi makin bercermin. Sungguh tidak ada jaminan sama sekali saya bisa bertemu dengan ramadhan berikutnya. Bahkan saya belum tahu, 26 hari ke depan saya masih ada umur atau tidak.

Tapi, kita tidak perlu mencemaskan hari esok, bukan?
Saya sering berkali-kali mengingatkan diri, bahwa yang perlu kita lakukan adalah, lakukan saja yang bisa kita lakukan sebaik-baiknya hari ini.

Jadi, apa tips agar khatam Quran di bulan Ramadhan? 


1. Buat target dan niat lurus

Targetkan, minimal bulan ramadhan ini khatam quran minimal 2 kali.  

Lalu tetiba ada yang nyeletuk. 

❓Koq, 2 kali Je? Niatin 1 kali khatam sebulan aja aku mah udah syukur.

✅ Gini beb, belajar dari pengalaman saya kemarin, kalau nargetin 1 juz, pas kecapai ya alhamdulillah. Masalahnya sebagai cewek yang ada "hari libur nasionalnya", ditambah dengan tugas sebagai emak-emak yang tiada akhir, maka target 1 kali khatam perlu diupgrade.   

Seperti yang sudah saya paparkan di atas, saya menyesaaaal sekali tahun lalu, target saya minimalis, dan aksi saya pun minimalis. 

❓Berarti makin repot dong Je kalau nargetin khatamnya  2 kali bulan ini? 

✅ Tidak repot koq, beb.

Jadi gini, sebagai alumni buruh pabrik, saya pernah terbiasa diburu target. Tapi, saya merasa malu, kenapa untuk akhirat saya, saya enggak aware dengan target. Padahal, dunia sementara, akhirat selamanya. Betul? 

Dan sepengalaman saya sebagai mantan pegawai sekaligus sebagai orang yang on going belajar jadi entrepeneur, target itu ternyata rumusnya, harus 2 kali di atas rata-rata. 

Misal, menargetkan khatam quran bulan ini 2 kali. 
Maka, saat kita tidak mencapai target yang 2 kali itu, minimaaaaal kita akhirnya mencapai khatam 1 kali. Betul? 

Lebih bagus lagi, jika target 2 kali khatam itu, benar-benar tercapai. Alhamdulillah. 

Tapi, apa jadinya kalau kita hanya menargetkan 1 kali khatam?
Apakah bakal khatam? Iya. InsyaAllah bakal khatam juga. Hanya saja, peluang untuk tidak khatamnya juga sangat besar. 

Apalagi, jika kita perempuan, yang notabene ada hari liburnya, plus sebagai emak-emak banyak banget kerjaannya, bila memasang target hanya 1 kali khatam tidak akan jadi daya setrum untuk beraksi maksimal.

Maka targetkanlah minimal 2 kali khatam bulan ini. Syukur-syukur kalau lebih dan terealisasi. 

Agar, ketika misalnya meleset dari target, melesetnya tetap enak, yakni tetap khatam 1 kali di bulan ramadhan ini. 

Betul? 😘

Dan tentunya niatknya lurus, untuk Allah swt,. Agar kebaikan apapun yang kita lakukan, diterima olehNya. Aamiin.

Tahaddus binni'mah, sebagai motivasi dan pengingat diri saya sendiri, saat tulisan ini dibuat tanggal 4 ramadhan, alhamdulillah saya sudah sampai di juz 10, yang dimulai membacanya di hari pertama ramadhan ini. Karena target saya bulan ini, ingin khatam 3 kali. Mohon doanya ya teman-teman, semoga rencana ini terealisasi.  Doa orang-orang sholeh sholeha seperti teman-teman insyaAllah makbul.

 Yuk, kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Itu salah satu yang diajarkan Al quran, bukan? 

Dokumen pribadi


Apakah yang saya lakukan ini termasuk riya'?  Sungguh saya memohon ampunan dan perlindungan dari Allah agar terhindar dari hal demikian. Saya niatkan tulisan ini untuk sharing dan saling memotivasi. 
Bukankah segala sesuatu tergantung dari niatnya? 
Semoga Allah istiqomahkan niat kita semua agar senantiasa lurus, ya, aamiin. 

2. Manajemen Waktu

Hm, kalau udah ngomongin waktu mah, subhanallah, ya. 

Setiap kita diberi waktu yang sama. Tapi, kenapa kegiatan yang dihasilkan bisa berbeda-beda. Ya, tentu saja. Karena tiap orang tidak sama kondisinya. 

Tapi, apakah itu lantas boleh dijadikan alasan untuk melonggarkan target akhirat kita? Tidak. Justeru harus dijadikan motivasi, agar di setiap hari-hari kita diisi dengan banyak kegiatan positif, termasuk dengan membaca Quran. 

Jangan mengganggap dengan membaca Quran, waktu kita jadi berkurang. 

Karena tahukah kawan, ketika kita meluangkan waktu untuk membaca Al Quran, entah bagaimana waktu yang ada justeru terasa cukup untuk melakukan banyak hal. MasyaAllah, luar biasa fadhilah membaca Al quran.

Sungguh, saya sudah mengalami keduanya. Saat saya lalai dari quran, dan saat saya berusaha sering berinteraksi dengan Quran. 

Saat saya lalai dari Quran, ada masalah sedikit saja, rasanya hampa hidup saya, kering hati saya. 

Tapi, saat sering berinteraksi dengan Quran, masyaAllah, seberat apapun masalah yang saya temui, dan serumit apapun itu rasanya tenang saja. Yakin ada jalan keluarnya. Yakin Allah bersama kita selalu. 

Saya merasa punya stok tenang lebih banyak dibanding saat saya jauuh dari Quran. 

Benar, rasanya seperti yang Allah firmankan dalam Quran, Bahwa dengan mengingat Allah hati akan tenteram. Dan membaca Al Quran adalah bagian dari mengingat Allah. 

Nah, untuk itu, kita harus bisa me-menej waktu. Yang tahu kondisi diri kita, ya diri kita sendiri. Maka, atur waktu sebaik mungkin, agar kita tetap bisa membaca Al Quran di setiap harinya. 

✔ Rumusnya, jangan menyisakan waktu untuk membaca Quran. Tapi, agendakan "waktu tetap" membaca Quran. 


Kalau saya, khusus di bulan ramadhan ini, biasanya membacanya di beberapa waktu:

1. Saat selesai sholat subuh

Saya abaikan dulu tuh cucian piring pasca sahur,  dll, saya fokus ke Quran dulu. Minimal baca 1 juz. Baru ketika sudah beres membaca Quran, saya singsingkan lengan untuk urusan kerjaan rumah. Ngasuh anak, ngurus bisnis, beli bahan sayurmayur, masak buat buka, plus WFH dll. 

2. Selesai sholat magrib. 


Yang semuanya itu hanya butuh beberapa menit untuk sampai di perut. Praktis tapi sehat. Enggak ribet, tapi menyehatkan. Hehehe. 

Dokumen pribadi

Jadi selesai, buka puasa, saya dan suami biasanya membaca quran, anak-anak ikut nimbrung, kadang anak-anak main tapi tetap mendengarkan orangtuanya ngaji.

Nah, sekitar 15 menit sebelum adzan isya, kami stop dulu mengaji, karena mau makan malam. 

Selesai isya, kami lanjut tarawih, bareng anak-anak di rumah. 

Nah, selesai isya, baru saya lanjut lagi mengajinya. Atau saya selesaikan dulu kerjaan domestik yang belum beres, nemenin anak-anak, lanjut ngelonin anak-anak dulu, setelah itu, sebelum tidurnya mengaji lagi. 

Gitu guys. Boleh ditiru. Siapa tahu bisa diterapkan atau dimodif di keluarga masing-masing. 

Atau bisa juga dengan teknisnya begini, setiap sehabis sholat wajib, membaca minimal 2 lembar. Maka tak terasa satu hari tercapai minimal 1 juz. Berlaku lembar kelipatan. 

Tapi, harus konsisten. Kalau ada salah satu waktu yang tidak sempat membaca, maka di waktu berikutnya harus dirapel. Begitu yang saya ingatkan ke diri pribadi. Maka, ketika di waktu yang ditetapkan, saya terlewat, saya punya space waktu untuk 'menambal'nya di waktu lain, seperti setelah sholat duha, atau setelah sholat dzuhur. Sementara, kalau selesai sholat ashar saya sibuk persiapan buka puasa, mandiin anak-anak, dll. Pun dengan selesai sholat tahajjud, sibuk dengan persiapan sahur. Tapi intinya, sebisa-bisanya kita aja, untuk meluangkan waktu merapelnya, kalau memang harus dirapel. 

Gajian aja kalau tidak dibayar, harus dirapel di bulan berikutnya kan, ya. Baca quran juga semisal terlewat waktu tetapnya, otomatis enggak boleh kalah dong semangat ngerapelnya :)

Nah, salah satu hikmahnya ada covid ini, mungkin supaya kita bisa sering-sering berinteraksi dengan Quran. Kan kita jadi lebih sering #dirumah aja. 
Otomatis peluang membacanya jadi lebih banyak. 

Tapi gimana dong bagi yang belum WFH? 

Tenang, insyaAllah kalau niat lurus dan serius, pasti bisa meluangkan waktu untuk baca Quran. Walaupun enggak khatam 1 juz sehari, minimal ada usaha untuk mendekatkan diri kepada Quran. 

Kalau boleh kita ingat-ingat lagi, Rosulullah dan para sahabatnya itu super duper swibuk, juga loh. Tapi, kesibukannya itu tidak menghambat beliau-beliau untuk membaca, memahami, sekaligus mengamalkan Quran.

Jadi, insyaAllah sesibuk apapun kita, kalau kita niatkan lillahi ta'ala, akan ada jalan, peluang dan cara terbaik agar kita bisa khatam Quran, sesuai dengan target yang telah dibuat. 

3. Bijak menggunakan gadget

Selain dua hal di atas, tantangan lain adalah adanya gadget. 

Seperti pisau, kalau digunakan untuk fungsinya, memotong dan mengolah makanan, maka akan sangat bermanfaat. 
Tapi kalau digunakan untuk yang tidak sesuai fungsi, pasti membahayakan. 

Pun dengan gadget. Zaman now, gadget sudah menjadi kebutuhan. Tapi, bukan berarti kita boleh terpedaya dengan gagdet.

Hal ini, bukan berarti kita tidak boleh sama sekali pegang gadget. Atau bukan berarti tidak boleh sama sekali buka medsos. 

Bermedsos tentu boleh banget, selagi itu adalah hal positif, menebar kebaikan dll. 

Apalagi, di zaman wabah ini, dimana kegiatan-kegiatan seperti WFH, LFH, dilakukan via gadget atau medsos, maka kita tidak bisa memungkiri bahwa betapa pentingnya gadget. 

Jadi yang digaris bawahi adalah, bagaimanapun kondisinya, kitalah yang harus bisa mengendalikan gadget, bukan gadget yang mengendalikan kita. 

Ah indahnya kalau apapun yang ada di diri kita, menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. 
Termasuk dengan gadget. Bila digunakan untuk kebaikan, maka semoga sang gadget menjadi penolong kita di akhirat kelak, ya. Bukan sebaliknya. Aamiin. 

Pada akhirnya, pilihan selalu ada di tangan masing-masing. Mau dijadikan produktif kah ramadhan ini, atau sebaliknya? Mau berusaha khatam quran kah, atau menunda sampai kita terlambat mengejarnya? 

Sungguh tak ada paksaan. 
Semoga, dengan usaha kita membaca, memahami dan mengamalkan Quran ini, bisa jadi salah satu wasilah agar dosa-dosa kita Diampuni oleh-Nya.

Mau dosa kita diampuni kan? Mau aja atau mau banget? 

Wes, jangan kasih kendor ibadah dan kegiatan positifnya :)

Dokumen pribadi

Oh ya, untuk teman-teman yang sedang mencari cetakan Quran yang dilengkapi dengan metode takrir (hapalan) seperti Quran Syifaa ini, atau sedang mencari mushaf tulis untuk mengisi kegiatan ramadhannya, boleh klik ini ya https://wa.me/+628996805379

Semangat untuk kita semua!

Jazakumullah khoir.

Salam,

Djayanti Nakhla Andonesi
Mami duo bocil


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Serba-serbi Tips Pembuatan E-KTP di Karawang

Tulisan ini, lanjutan dari pengamatan dari Suka Duka Pembuatan E-KTP di Karawang
Jadi prosesnya,  begini.