Langsung ke konten utama

Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unig

Maafkan jika tulisan ujung judulnya terkesan agak maksa biar sounds interesting ya 😄 Maksudnya mah gini:
Balada Kemenag Rilis 200 Mubalig dan Tanggapan Unik 😄

Subhanallah. Awalnya saya enggak niat membuat tulisan ini. Tapi, rasanya sayang kalau tidak mengarsipkan momen luar biasa ini. Apalagi pas saya baca komentar-komentar netizen yang kayaknya koq enggak putus-putus urat kreatifnya :D

Buktinya ini,


ketika IG official Kemenag memposting soal Kebangkitan Nasional, yang komen beuuuh, hampir semua malah ngebahas soal Daftar nama 200 mubalig yang dirilis Kemenag dalam Website resminya.

Sumber : IG @kemenag_ri

Lucu sekali melihat komen-komennya. Ada yang pro dengan rilis tersebut, namun lebih banyak lagi yang kontra. Ada yang serius, ada juga yang santai, menanggapinya. Ada yang kaku, ada yang lucu, menyampaikannya.

Nah, saya sampai ketawa ngakak ketika nemu komen-komen lucu, sarkastik, dan bikin mesem-mesem sendiri.







Intinya sih, netizen dibuat heran dan bertanya-tanya, "loh dalam rangka apa rilis tersebut, dan mengapa justeru meng-dikotomikan hanya 200 mubalig. Bukankah buanyak sekali mubalig Indonesia. Dan yang paling ajaib adalah, koq beberapa ustad populer menurut masyarakat, malah tidak tercantum di dalamnya."

Kemenag pun berdalih, bahwa *200 daftar nama* tersebut sifatnya dinamis. Bisa bertambah, bisa berkurang. Entah menurut spesifikasi geometri ataukah geolosoran.

Namun, Menag dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa 200 nama yang sudah dirilis tersebut, berdasarkan 3 hal ini: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Mengetahui hal itu, maka netizen semakin heran. Loh, memang yang selain 200 nama itu, tidak memenuhi kriteria tersebut? Padahal, nyata-nyatanya, yang tidak masuk ke dalam 200 nama itu pun sangat memenuhi syarat dari ketiga kriteria tersebut.

Jadi? Apa ini maksudnya? Motif Kemenag apa? Kemenag disuruh ngapain sih ceritanya? Mau mecah belah ulama dan umat islam?

Eits, sebelum nama Kemenag tidak lagi harum mewangi, maka beberapa Ustad yang Tidak Tercantum Dalam 200 Rilis Mubalig, berusaha menenangkan sebagian masyarakat Indonesia, demi menjaga nama baik Kemenag dan Jajaran di atasnya.
Dan menyelamatkan persatuan umat dari efek blunder yang sarat bumerang.

1. Jleb tapi Kocak 

Sebagaimana karakternya yang suka jleb tapi kocak, Ustad yang satu ini berusaha menjawab desakan pertanyaan dari masyarakat, perihal tidak dicantumkannya nama beliau di dalam 200 daftar nama tersebut.


Jujur, kalau saya mah ngakak bacanya. Karena, ya, menurut saya ini kocak. Simple tapi Past Future :p Hihihi.
Komen netizen, lebih lucu.



Sumber : IG @ustadzabdulsomad 

2. Lugas

Nah, ustad yang satu ini, selalu identik dengan gaya lugas, kadang ritme penyampainnya panjang, kadang pendek, namun tetap padat dan jelas.



Sumber : IG @felixsiauw

3. Sejuk 

Nah, kalau yang satu ini, sejak buku pertamanya terbit, saya selalu merasakan kesejukan dalam tulisannya.


Sumber : IG @salimafillah


Selain ketiga Ustad itu, masih banyak ustad lain yang juga sangat populer dan didesak dengan pertanyaan yang sama, koq enggak masuk daftar 200 nama rilis Menag? Padahal beliau-beliau juga memenuhi tiga kriteria yang disebutkan Menag.

Sementara Ustad Adi Hidayat, sampai tanggal 21 Mei 2018, saya lihat belum menanggapi isu tersebut. Mungkin beliau masih memilih diam. Cooling down, agar para jamaah juga tetap cool, tapi tidak down :D

Coba deh, yang belum dengar tausyiahnya Ustad Adi Hidayat, segera dengarkan. Yakin deh, kalian yang tadinya enggan, justeru balik kanan jalan!, menjadi terkagum-kagum dengan kecerdasan yang dibalut ketawadhuan beliau.

Sedangkan ustad yang lainnya, belum sempat saya scroll medianya satu-satu. Banyak jeh. :D

Intinya sih, yang saya tangkap maksudnya, tanggapan para ustad tersebut ingin agar para netizen berpikir positif terhadap rilis Menag tersebut.

Maka, alangkah anehnya kalau ada yang bilang beliau-beliau itu radikal. Radikalnya dari mana? Padahal sudah sebegitu halusnya tanggapan beliau-beliau pada masyarakat yang bertanya-tanya.

Karena nih, bisa aja kan sebenarnya beliau-beliau itu ngarahin masyarakat untuk membenci Kemenag. Tapi faktanya 'kan malah sebaliknya. Iyeee kan?

Beliau-beliau yang di 'test water' itu, dengan keunikan masing-masing, malah berusaha membuat masyarakat yang gaduh, segera menenangkan diri.
Pun justeru menyemangati masyarakat agar tidak mudah terhasut atau terprovokasi, atau terpecah belah laksana melamin dipinggir meja kesenggol kucing kebelet ikan. :D

Nah, jadi buat netizeniyah, mari luruskan shaf dan rapatkan barisan. Galang seluruh persatuan dan kesatuan umat muslim, supaya kita kuat. Enggak kayak buih di lautan.

See, kesimpulannya, apapun blunder dan isunya, umat muslim tetaplah bersatu dalam ketulusan ukhuwah.  Apalagi di bulan Ramadhan ini 💖

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi
6 Ramadhan 1439H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …