Langsung ke konten utama

Tahukah Kau, Angel?

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya.


Tahukah Kau, Angel?*

mungkin kau sudah lupa; bagaimana caranya kita menata
serakan bintang menjadi cindera mata;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana menebak ilalang bergoyang kemana
atau menanti hujan sambil menyeduh kata di beranda;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana hilir mudik kerbau di desa
yang sengaunya kadang membuat kita terbahak, tertawa meski
entah lucunya di mana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana terharunya aku ketika kau tetap setia,
menantiku menyelesaikan magrib, sebelum petuah Mang Ujang berkoar di Mushola;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
monopoli, gatrik, galah, loncat karet, bulu tangkis, bola bekel,menjadi warna permainan kita
di sela-sela hari untuk menghibur hidup yang terlalu matematika;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana kita pernah menaruh logika, pada ketiadaan rasa cinta?
menjadi galau jauh sebelum kata
itu menggaung hari ini, hahaha;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bentuk buku harian kita, berapa halamannya, di mana ada gundah, bahagia, bahkan kecewa yang tertoreh di sana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana hari terakhir kita bersama, setelah Gombong menjadi pilihan kota, kau menetap di sana;
tapi aku tidak
mungkin kau sudah lupa;
bagaimana nama Violet, Angel dan Sweety tercipta,
VAS begitu kita menyebutnya;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
sebagian kisah atau seluruhnya;
tapi aku berusaha tidak melupakannya
dan tahukah kau, Angel?
kini ada Queen-sha, begitu Violet menamakan anaknya
pipinya lunak padat seperti ibunya,
aku dibuat gemas jadinya,
hingga sempat ku tanya,
kira-kira bagaimana rupa anak Angel dan Sweety?
bahkan sebelum ku sempat bertanya ke sana,
ku hanya bisa menduga-duga, sudahkah kau temukan tambatan hati di sana?

*untuk Nur Ayu Sekar Ningsih, semoga kau membaca ini…
aku tak tahu harus menyampaikan rindu untukmu kemana…
semoga kau selalu baik-baik saja,
dimana kau berada
Karawang, 7 Desember 2012,
Djayanti Nakhla Andonesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Kapal Telah Berlayar ke Samudera

Biarkan jiwamu dan jiwaku menyatu
Kita menari riang di atas cinta yang syahdu
Biarkan bahagia ini terus dijaga di dalam kalbu
Karena Allah telah menghalalkan engkau untukku, dan aku untukmu
~Djayanti Nakhla Andonesi~

Menjadi mempelai wanita dan pria, dalam satu kursi pelaminan yang sama, dalam ijab dan kabul yang menggema hingga ke langit-Nya, adalah naluri sekaligus dambaan seluruh insan yang nalar pikirnya masih terjaga.

Karena, cinta dan nafsu adalah dua hal yang tak sama namun tipis sekali bedanya. Maka cinta yang sebenarnya, adalah yang mendahulukan petunjuk-Nya, ketimbang bujukan mantan penghuni surga yakni syaithon namanya.

Bukanlah cinta, bila seorang insan mencumbu yang bukan mahramnya. Bukanlah sayang bila insan memadu kasih sebelum halal menggenapinya. Karena cinta yang sebenernya, akan lebih dulu mengikuti panduan Yang Maha Memiliki Cinta.

Maka berbahagialah. Bila insan