Langsung ke konten utama

Caca Jalan-jalan

Tulisan ini dipindahkan dari akun wordpress saya.

***
Edisi kali ini, mau posting tentang kegiatan kami di malam minggu yang super ini.

Ya, sebelum kami berangkat,
kami sudah memutuskan tujuan yang akan kami tuju, Masjid Alun-alun Karawang. Tapi, sebelum kesana, saya meminta suami untuk mengantar ke toko buku terlebih dahulu. Karena ada buku yang sangat ingin saya punyai (dan insya Allah saya baca: D). Suami pun mengiyakan. Lantas mengajak kami ke toko buku Salemba, Karawang. Yang tepatnya ada di Ramayana Karawang. 

Konon,
di sana lengkap.

Maka, sore hari yang sangat mendukung untuk pergi jalan-jalanpun kami jalani dengan penuh semangat. Bahkan suami nyeletuk, kalau sudah hunting buku, pasti jalan saya mendadak dua kali lipat lebih cepat. : D Entahlah, seperti sudah tersetting demikian otomatis, hehe.

Dan, yep. Sesampainya kami di salah satu Mall Karawang itu, sudah nampak orang berlalu lalang. Entah itu ke restoran, toko mainan, bazar perabotan, atau toko-toko segala macam yang ada di dalamnya. Yang jelas memang cukup padat. Ah ya, ini kan malam minggu. Waktu ramai-ramainya aktifitas jalan-jalan. Tapi memang, sejak adanya Mall di daerah Galuh Mas, Mall yang ada di daerah ByPass ini tensinya tidak sepenuh dulu.

Oke, lanjut. Setibanya kami di Salemba, Caca, yang sedari tadi di motor tertidur pulas, terbangun.
Dan, inilah pertama kalinya, sejak dia Brojol ke muka bumi, bisa masuk dan melihat-lihat isi toko buku.
Dan Caca tampak begitu senang. Dia pun berjalan seenaknya, ke setiap rak-rak buku yang dia jelajahi. Saya hanya sedikit khawatir dia akan menarik buku-buku yang ada di rak seperti yang dia lakukan di rumah, namun syukurlah kekhawatiran itu tidak terjadi.

Caca bahkan seperti anak berusia jauh di atasnya, memilih-milih buku yang akan dia beli. Ya ampun, anak manis yang amat saya cintai ini benar-benar menakjubkan. :)
image
Caca (14month) And the BooksSalemba Karawang
image
Caca sedang memilih buku, Atlas. Moga someday kita bisa jalan-jalan keliling dunia ya nak: *

Selesai dari Salemba, dan membeli sesuatu untuk Caca, kami pun bergegas keluar dari Mall Ramayana itu. Karena sudah akan magrib. Dan, kami berniat shalat berjama'ah di Masjid Alun-Alun Karawang.

Sip. Satu tujuan selesai, bahkan buku yang dicari tidak ada: D 

Oke, lanjut ke Episode Caca Jalan-jalan selanjutnya, ya ^^

Djayanti Nakhla Andonesi
Karawang City

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai