Langsung ke konten utama

masihkah merasa menjadi manusia termalang di dunia??

oleh Djayanti Nakhla Andonesi pada 22 Oktober 2011 pukul 23:46 (was posting on my FB)


Sob, awalnya saya bingung hendak menulis apa disini?

Namun, setelah lelah dengan kebingungan yang mengambangkan fikiran, ternyata saya bertemu dengan sebuah pertimbangan.

Biidznillah...

Akhirnya, saya putuskan untuk menulis ini saja.
tentu saja ini warning untuk saya khususnya...


Sob, pernah merasa jadi orang termalang di dunia? (yang jelas sih kalo termiskin di dunia mah lagunya Hamdan att yaa :D )

hm... kalo pernah atau mungkin sedang mengalami perasaan seperti itu, entah karena sedang disakiti atau tersakiti (sengaja ataupun tidak), mari kita review lagi dengan sebuah kisah nun jauh dibelahan dunia sana. namun sebenarnya ........
dekat dengan belahan hati kita, yakni : Palestina dan warga islam di belahan dunia lainnya yang teraniaya.

kita bandingkan..........(bukan untuk membuat jarak kesombongan bin ketakaburan, bukan untuk sekedar menjadikan perbincangan tong kosong melompong), antara kita (yang sedang merasa hidupnya termalang dan ter-ter-ter sedih di dunia) dengan mereka.

ya, dengan mereka : Para Saudara kita yang mulia.

Masya Allah.........sob..

Sungguh Saya tidak sanggup sob, membayangkan saja tidak sanggup..
..desingan peluru ganas menghujam dikepala, kaki, bahkan sekujur tubuh mereka..
..melihat bangunan-bangunan dan kehormatan wanita menjadi puing-puing atas kebiadaban orang-orang gila!
..masa depan para balita dan anak-anak langsung kandas seketika, ditanah kelahiraannya!
..orang tua-orang tua yang berderaian airmata kehilangan generasi penerusnya..
..orang-orang yang berpisah dengan sanak familinya dengan cara yang sungguh jauh dari kategori manusia.

:(

TAPI sob, lihatlah...
mereka yang sedemikian rupa di ganggu orang non-manusiawi itu, MASIH TERUS BERUSAHA dan TAK LETIH BERDOA pada Allah 'Azza wajalla..
karena Mereka yakin, sob..
Mereka YAKIN, bahwa kepedihan yang teramat sangat mereka rasakan itu adalah ujian yang teramat manis hasilnya nanti jika mereka bisa melaluinya dengan SENANTIASA Mengencangkan Sabuk Iman di dada.

ya, MEREKA, hamba-hamba Allah yang mulia itu adalah insan-insan luar biasa.
Yang diuji dengan kepahitan, kegetiran, kepedihan, kesedihan yang juga Luar biasa.
Tapi, apakah mereka mengatakan bahwa mereka adalah "Orang-orang termalang di dunia" ?

TIDAK.

Justeru mereka dengan mantap mengatakan : " Innashshalaati wa nusukii wa mahyaaya wa maamaatii lillaahirabbil'aalamin...."

Sungguh orang-orang seperti mereka adalah Orang-orang tangguh sedunia!!


well Sob, setelah mereview dan melihat dengan mata hati segala peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita,
masihkah kita merasa menjadi orang termalang di dunia??

masihkah kita berkenan untuk mengeluh-ngeluhkan duka lara kita yang tidak seberapa dibanding mereka?

masihkah kita misuh-misuh menyumpahi nasib dengan tidak kita ikhtiarkan alias kita tidak berbuat apa-apa?

masihkah kita harus terjerembab dalam keputus asaan dengan mendustakan nikmat Tuhan yang telah Dia berikan pada kita?

Masihkah kita hanya duduk menopang dagu menunggu keajaiban datang?

Masihkah kita tutup mata dan membanjiri muka dengan merasa seolah manusia 'termalang di dunia' ?


*hm... Jika masih merasa menjadi manusia temalang di dunia juga, kita harus segera ke UGD jiwa sob..
kita harus periksa jiwa kita, mungkin ada saraf yang konslet...



At last, but not least..

YUkssss kita bantu saudara-saudara kita dimana saja berada, yang membutuhkan bantuan kita, (karena sesungguhnya kita bukan lah manusia termalang didunia, sugestikan itu yuuuk :)), dengan bantuan semampu kita. apapun, lillahita'ala....




Salam (perbaikan) ukhuwah
Djayanti Nakhla Andonesi

22 - 10 - 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mayako Matsumoto Vs ‘Rezeki anak sholeh’

Beberapa hari yang lalu, teman dekat saya, bercerita bahwa anaknya yang baru kelas satu SD, dibekali tempat minum Tupperware, hilang di dalam kelas.

Sebenarnya awalnya begini, ketika keluar dari kelas dan baru sampai gerbang sekolah, teman saya ngeh, koq botol Tupperware yang dibawa anaknya enggak ada di tas. Lalu,

Bahaya Penggunaan Gadget Yang Kurang Bijak Pada Anak

Hujan, angin, dingin. Badan kurang fit. Sebuah perpaduan yang klop untuk mager di rumah :D. Tapi, karena sudah ada agenda dan agendanya luar biasa penting, akhirnya saya menggeber diri saya untuk tetap menuju lokasi acara. 

Dengan kekuatan bulan (ketahuan amat ya, saya angkatannya sailormoon :D ), salah salah, maksudnya dengan kekuatan lillahi ta’ala dan ridho suami, akhirnya saya membelah hujan dengan deruman kuda mesin hijau kesayangan. 
Tentu sebelum berangkat saya lebih dulu meminum spirulina,androghapis dan HC alias Hpai Coffee, sebagai suplemen alami tubuh, apalagi kondisi badan sedang kurang fit, wajib banget dah jadinya untuk mengkonsumsinya, hehehe.
Jam 7.15 WIB, saya mampir dulu ke bu Yasmin, karena kita akan sama-sama berangkat ke tempat acara. Kalau hari Ahad cerah, sudah bisa dipastikan, jalanan dari bunderan galuh mas-bunderan masjid raya perumnas, pasti padat merayap karena ada kegiatan pasar tumpah. 

Nah, berhubung cuaca sedang gerimis, kami bisa melewatinya dengan cukup …

Akhirnya, setelah 20 tahun, Prancis Kembali menjadi Juara Dunia

Saya bukan bola-adict, tapi saya suka memperhatikan permainan ini. Sebenarnya awal saya mulai memperhatikan sepak bola dunia adalah ketika piala dunia 2002, karena di sana ada Miroslav Klose.
Ah elah, bocah cewek kelas enam SD, tahu apa soal bola. Tapi ya emang begitu kenyataannya, saya mulai tertarik piala dunia sejak melihat ada Uwa Klose di sana. Keren aja gitu melihat gol-gol kecenya waktu itu. Sampai